RSS

Intro


Apa itu PT.Mitra Insan Utama ?

PT. Mitra Insan Utama adalah salah satu perusahaan dari sekian banyak yang menjalankan bisnis (praktek) Outsourcing untuk membantu pekerjaan PLN, akan tetapi pada kenyataannya banyak pekerjaan-pekerjaan inti perusahaan PLN yang juga ditangani oleh karyawan Outsourcing.

Ada apa dibalik seluruh rencana PT.MIU ini ?

Hingga detik ini, PT. Mitra Insan Utama menjadi Leader perusahaan penyedia Jasa Outsourcing untuk PT. PLN (Persero) dengan kompetensi-kompetensi yang sangat baik sekali, diakui atau tidak, memang realitanya seperti, pegawai Outsourcing cenderung memiliki nilai negatif di lingkungan internal perusahaan pengguna jasa Outsourcing atau kasarnya menjadi “welcome” bagi perusahaan PLN. Penguasaan kerja fungsional hingga detik ini pun ternyata masih dipegang oleh karyawan-karyawan OS PT. MIU yang terkenal handal dan pekerja keras, meskipun banyak keluhan mengenai permasalahan kesejahteraan tetapi tidak menutup diri untuk tidak melaksanakan kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku dilingkungan PT. PLN (Persero).

Benarkah PT.MIU merupakan Perusahaan dibawah bayangan PT.PLN (Persero) ?

Hal ini masih menjadi pertanyaan-pertanyaan yang cukup misterius, tak banyak pelanggan-pelanggan PLN yang mengetahui bahwa ketika mereka datang dan duduk untuk sekedar mencari informasi, yang mereka temui bukanlah pegawai PLN, akan tetapi pegawai Outsourcing, eksistensi pegawai OS di lingkungan PT. PLN (Persero) selalu dicaci tetapi dibutuhkan oleh PT. PLN (Persero).

Berikut gambaran sedikit gambaran mengenai apa itu Outsourcing, kami akan berusahan semaksimal mungkin untuk membuka cakrawala fikiran anda agar memahami apa itu Outsourcing yang sejalan dengan Undang-Undang yang mengatur Outsourcing.

1. Apa itu outsourcing?
Outsourcing atau alih daya adalah proses pemindahan tanggung jawab tenaga kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain diluar perusahaan induk. Perusahaan diluar perusahaan induk bisa berupa vendor, koperasi ataupun instansi lain yang diatur dalam suatu kesepakatan tertentu. Outsourcing dalam regulasi ketenagakerjaan bisa hanya mencangkup tenaga kerja pada proses pendukung (non core business unit) ataupun secara praktek semua lini kerja bisa dialihkan sebagai unit outsourcing.

2. Mengapa harus ada outsourcing?
Outsourcing seringkali dibahasakan sebagai sebuah strategi kompetisi perusahaan untuk fokus pada inti bisnisnya. Namun pada prakteknya outsourcing pada umumnya didorong oleh ‘ketamakan’ sebuah perusahaan untuk menekan cost serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya yang seringkali melanggar etika bisnis.

3. Perusahaan manakah yang melakukan praktek outsourcing?
Hampir semua perusahaan yang ada saat ini memiliki (dan akan terus mengembangkan) lini outsourcingnya. Kecenderungan ini tidak hanya pada perusahaan padat tenaga kerja (manufaktur, tekstil) tapi juga perusahaan high tech (telco, banking), hingga large/small distribution company.

4. Bagaimana kecenderungan karyawan outsourcing?
Outsourcing seringkali mengurangi hak-hak karyawan yang seharusnya dia dapatkan bila menjadi karyawan permanen (kesehatan, benefit dkk). Outsourcing pada umumnya menutup kesempatan karyawan menjadi permanen. Posisi outsourcing selain rawan secara sosial (kecemburuan antar rekan) juga rawan secara pragmatis (kepastian kerja, kelanjutan kontrak, jaminan pensiun)

5. Siapa yang paling bertanggung jawab atas outsourcing?
Pemerintah (undang-undang, Depnaker, depsos dkk) atas kebijakan yang seringkali tidak berpihak kepada tenaga kerja. Atas ketidakaadilan dalam hubungan tripartit (pengusaha, karyawan dan pemerintah)

6. Apakah outsourcing meningkatkan produktivitas
Dalam jangka pendek: Ya. Outsourcing sangat efektif digunakan dalam industri yang baru, high risk investment dan masih beroperasi dalam tahap percobaan. Dalam jangka panjang: belum tentu.

7. Berhasilkah upaya menghilangkan praktek outsourcing?
Sejarah menunjukkan bahwa perusahaan (HR Department) selalu selangkah lebih maju menemukan praktek-praktek pemangkasan biaya tenaga kerja. Dimulai dari karyawan kontrak, kontrak harian, kontrak outsourcing dan sebagainya. Demonstrasi yang dilakukan para tenaga kerja seringkali dimentahkan oleh undang-undang yang justru tidak berpihak pada para tenaga kerja.

8. Bagaimana hubungan outsourcing dengan kompetisi global
Kompetisi global, buruh-buruh murah dari china, vietnam, myanmar seringkali dijadikan kambing hitam praktek outsourcing. Kondisi ini diperparah oleh kapitalis global yang tanpa ampun dengan jargon jargon produktivitas, efisiensi dan kompetisinya mengharuskan mau tidak mau agar sebuah perusahaan berkompetisi harus memiliki buruh dengan upah murah.

(9). Apa yang harus kita lakukan bila kita karyawan outsourcing?
Lihat, Lawan, Laporkan ™
Labours all over the world unite ™

 

4 responses to “Intro

  1. miuski

    12 Februari 2009 at 4:30 PM

    PT.Mitra Insan Utama adalah perusahaan penyedia tenaga Outsourcing untuk PT.PLN (Persero). Rencananya PT.PLN (Persero) ingin sekali mendirikan perusahaan dengan mengeluarkan dana operasional sekecil-kecilnya dan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Ini juga merupakan kebijakan-kebijakan perusahaan yang tentunya tidak lepas dari prinsip ekonomi akan tetapi mengenyampingkan sisi kemanusiaan. Tentu saja PT.MIU merupakan perusahaan bayangan PT.PLN (Persero) karena bila PLN bangkrut tentu saja PT.MIU ikut ambruk, bisa dibayangkan kalo hal itu sampe terjadi, bukan hanya pegawai PLN saja yang apes akan tetapi ribuan pegawai PT.MIU pun akan jadi pengangguran.

     
  2. qw tu

    29 Januari 2011 at 9:58 AM

    gimana perkembanggan mui di pekan baru,,makin hr makin sensara ,,,gaji pun turun sedangkan bahan pokok melanggit

     
  3. suer

    28 Mei 2011 at 3:43 PM

    Sebagai karyawan OC kita harus tegar. karena kita tak diakui oleh bapak dan Emak. Bahkan kita jadi Nenek dari Emak dan Bapak Kita. Yg Perlu kita bangun adalah Kekompakan dan komunikasi untuk menyadarkan Emak & Bapak kita bahwa mereka mempunyai anak-2 yang selalu menyuapi & memberinya Upeti, sementara anak2nya kelaparan dan kehausan.

     
  4. entong

    11 Juni 2012 at 9:27 AM

    Asslkum…mngkin sudah nasib..kerja sistem outsourcing,,,dalam bekerja..harus ,,full work,,yg penting kita,,harus bekerja dngan baik..walau masih bnyak kebutuhan hidup,yg menghimpit,,namun kita harus giat,dan yakin,,,,untuk,membantu emak dan bapak…….trima kasih.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: