RSS

Alasan Mengapa Karyawan PLN Demo !?

28 Mei

Seperti yang kita ketahui bahwa PT. PLN (Persero) adalah perusahaan yang mengurusi bisnis negara di bidang kelistrikan, hampir 100% tenaga listrik yang kini berada dirumah-rumah masyarakat Indonesia adalah hasil dari pasokan PT. PLN (Persero) sdgkan yang ga dapet pasokan listrik negara juga masih tetap mendapat pasokan dari PLN (Perusahaan Lilin Negara)😀

Aksi Pegawai Pilihan PLN 1

Aksi Pegawai Pilihan PLN 1

Lho Kok, pegawai PLN mirip buruh pabrik ya ? Berdemo dan bikin macet sampe ngancam pake mau padamin listrik massal segala, seharusnya mereka mikir dong, mereka digaji oleh rakyat malah mau bikin pemadaman massal segala, atau mereka kepengen niru-niru ulah Mahasiswa kalee ? OS Demo !? Kapan ya, baru berucap sedikit aja udh diancam PHK oleh PLN, ckckckck…

Alih-alih setelah mencari tahu dari kronologis-kronologis pemberitaan media yang telah lalu ditemukan beberapa alasan mengapa PT. PLN (Persero) melakukan aksi DEMONSTRASI, ini sangat menarik untuk dibahas agar seluruh masyarakat Indonesia serta pegawai Outsourcing mengetahui ada apa dibalik aksi DEMONSTRASI tersebut.

Berikut ini kutipan-kutipan yang berhasil dikumpulkan oleh MIUSKI.

1. Pesangonnya orang PLN itu = 38 x Gaji, jadi berapa tuh ? itung aja sendiri ah (jgn bandingkan dgn OS yaw, heuheu.. bakalan nangis darah deh rakyat Qta🙂 )

2. PJB dan Indonesia Power (IP) sudah sejak dulu menjadi SAPI PERAH-nya PLN😀

3. Ada dana pensiun juga kok, jadi kalo dipisah-pisah bukannya malahan bagus, tapi .. hmm ? bisa lebih mudah mengatasi KORUPSI terutama terhadap orang-orang PLN yang berada di daerah-daerah itu -mereka ketakutan setengah mampus dech!-

Sedikit cuplikan dari MetroTVNews.com

Jakarta: Ribuan karyawan PT PLN masih berdemonstrasi depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (30/1) siang. Mereka menolak hasil keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) PLN pada 8 Januari silam yang memecah perusahaan tersebut. Para pengunjuk rasa yang diwakili sejumlah orang akhirnya diterima Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Sebelumnya, wakil pengunjuk rasa juga diterima di Mahkamah Konsitusi. Mereka menilai keputusan RUPS melecehkan konsitusi. Keputusan rapat juga dianggap tak mematuhi keputusan judicial reviev MK yang menyebutkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang ketenagalistrikan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Para pengunjuk mengancam akan tetap berunjuk rasa sampai keputusan RUPS dibatalkan. Mereka juga mengancam akan memadamkan listrik di seluruh Indonesia jika tuntutan mereka tak didengar. Pada 8 Januari silam, RUPS PLN memutuskan PT Pembangkit Jawa-Bali menjadi BUMN yang terpisah dari PLN. Diputuskan pula PT PLN Distribusi Jawa Bali dan PT PLN P3B Jawa Bali menjadi anak perusahaan. Sementara PT PLN Kantor Pusat Pikitring Wilayah Luar Jawa, P3B Sumatera dan lain-lain menjadi perusahaan umum.(BEY)

Extra Notes : Berita diatas bukan berita terbaru, tetapi salah satu dari sekian berita DEMONSTRASI PLN yang menurut penulis adalah paling menarik, bila ada yang mengomentari berita ini dgn komentar miring, berarti penulis menganggap komentator O2N (am sorry, hehe.. :D)

Kemudian beberapa komentar masyarakat yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyatakan seperti dibawah ini :

1. Seseorang dgn menggunakan Nickname BSW menyatakan :

Karyawan PLN demo? Jangan heran Pak.
Karyawan kita (terutama BUMN merugi) sudah terbiasa dengan keadaan “status quo”. Perusahaan merugi tidaklah membuat karyawan resah, toh ini perusahaan negara…..
Perubahan membuat mereka takut akan kehilangan apa yg selama ini rasakan.
Saya kok melihat hal yg sama pada PT. KA ataupun TVRI………
Sorry, ini pendapat orang luar yg prihatin (bukan bermaksud apa2) :-)

2. Seseorang dgn menggunakan Nickname PPBB menyatakan secara singkat dan lugas, mungkin dari pengalam beliau bekerja di perusahaan swasta, sbb :

berhubung kerja di swasta, dimana hampir tiap 8 bulan ada restrukturisasi, jadi gak terlalu kaget sih. cuman ketika kemapanan itu digoyahkan, emang mumet banget :)

3. sdr. Hendry memberikan jawaban terhadap komentar PPBB dan Dodit, berikut ini cuplikan postingan mereka :

@PPBB : posting sini juga cerita2 dari temen2 PLN kita yg di Sumbagsel ama yg di Banjarmasin dari mailist sebelah biar… Biar tahu bahwa kita ngomong di sini juga gak asal njeplak…

Dodit menyatakan :

Sebaiknya orang luar PLN tidak perlu memberi komentar yang keliru tentang PLN.

PLN adalah BUMN yang sedang melakukan perubahan (On the MOVE) untuk menuju kearah yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan cara-cara merekrut SDM-SDM muda yang bertalenta dan mempunyai moral baik.

Tentu saja perubahan harus dilakukan secara bertahap (Step by step).

Hidup PLN (persero) yang bersatu!!!

Best Regards,
DoDiT

@Dodit : Emangnya komentar org luar selalu keliru tentang PLN??? Walaupun sekarang merekrut org2 muda yg bertalenta, emang korupsinya bisa dihapus???

Masih Jwbn sdr. Hendry : Dari logika bisnis aja, ini sudah aneh… Kalo perusahaan beneran, rugi pula… mustinya ndak ada rekrutmen, dipecat iya… Lha ini, rugi besar, disuntik, rugi lagi, bonus dan rekrutmen serta kesejahteraan pegawai naik terus…

4. Seseorang dgn menggunakan Nickname Mantan Tkg Ir., menyatakan seperti berikut ini :

IMHO, PLN merugi itu bersumber dari 2 hal: inefisiensi internal (termasuk korupsi) dan inefisiensi eksternal (harus mensubsidi daerah/konsumen yg ngga eknomis).

Yang pertama, diharapkan bisa diperbaiki jika sistem kerjanya ngga pake paradigma perusahaan milik negara. Utang ditalangi APBN. Boss datang dijamu. Harga di mark up. Proyek2 KKN. Kalo orang PLN mau marah, saya ketawa deh.. secara 2 teman dekat saya adalah boss besar PLN. Saya juga pernah ikutan ke beberapa cabang PLN sama mereka.

Inefisiensi yang kedua, susahnya adalah campur aduk antara tugas pemerintah (regulator yang mau ngasih subsidi) dan tugas perusahaan (yang seharusnya profit oriented).

Menurut gw, sebaiknya memang PLN di-unbundled. Anak2 perusahaan/unit yang bisa bekerja ekonomis (PJB, Batam, misalnya) ya dijadiin perusahaan publik, dan dilepas pada pasar, spy kinerjanya diawasi. Yang ngga bisa ekonomis dijadiin perusahaan publik juga, tapi konsumennya yang disubsidi dan harga mungkin bisa diatur dg ceiling price (deemed price). Dengan demikian masing2 punya indikator target yang terukur.

Yang disubsidi juga konsumsi untuk kebutuhan dasar saja, kalau mau jor2an ya bayar full price dong… kalau ngga akan terjadi moral hazard. Kayak sekarang.. banyak yang ngga merasa kalau energi/listrik itu memang mahal. Lampu nyala di ruang ga kepake, AC nyala di ruang terbuka, dsb. Karena apa? karena masih “murah” dan bisa diakalin.. (u know lah).

Kalau PLN mau belajar, belajar dari UK bagus tuh..
Kalau nyari contoh negara berkembang, lihat Chile dan Argentina.
Ngga semua kisah sukses, tapi banyak pelajaran bisa dipetik… kalau mau… :D
tapi kalau judulnya mempertahankan status quo.. yo wes.. apa mau dikata..

5. sdr. Eko memberikan jawaban atas pertanyaan singkat dari PPBB (btw, PPBB paling aktif nih di forum :D), sbb :

PPBB bertanya : oke, gini aja. kalau PLN beneran di privatisasi. luar jawa beneran rela gak ? soalnya yg paling sering protes sama pln kan justru luar jawa. misal medan, makasar, dan kalimantan yg suka byarpet listriknya.

Jwb sdr. Eko (sembari sewot) : Sumatra khususnya riau paling setuju kalo pln swastanisasi, karena pelayanan pegawai pln bermental korup merajalela diriau khususnya perawang. Ada yang baru direkrut pada ketularan bahkan lebih ganas daripada pendahulunya.Udah ga melayani masyarakat malah minta dilayani. setiap ada kerusakan di jaringan kerumah, setiap rumah wajib bayar uang perbaikan gangguan. tarif udah mahal perawatan jaringan masa harus dari masyarakat lagi. kalo masuk listrik trafo penuh overload tapi pakai untuk daya 1300 va bisa dibantu dengan uang 8 juta. dasar kepala plnnya korup, namanya trinurkalid usia belum 30 an, gimana masa depan pln kedepan yang muda aja udah ketularan virus korup di pln.
belum lagi masyarakat disuruh hibah jaringan padahal uanag proyek dikeluarkan masyarakat disuruh beli tiang listrik, tiangnya dicopot dari tiang penyangga tiang dijalan.bentar lagi ppada rubuh tuh tiaang yang ditikungan. uudah pegawai pln berbenahlah biar ga disumpahi makan uang haram……

Dari berbagai komentar-komentar yang muncul tersebut masyarakat dapat menilai, apa sih alasan utama pegawai PLN ber-DEMONSTRASI RIA ? Lalu apa kebecusan PLN dalam bekerja sehingga image PLN begitu buruk dimata masyarakat sampe-sampe mereka sudah bosan untuk berkata-kata dan mengomentari kinerja pegawai PLN Indonesia yang begitu buruk !!!

Semoga bisa menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi pegawai PT, PLN (Persero) pada umumnya, dan khususnya semoga pegawai OS PLN tetap semangat dalam bekerja, jangan mau kalah dengan pegawai-pegawai muda hasil rekrutmen baru yang konon katanya adalah orang-orang pilihan tersebut, tp dari sisi keilmuan akademis saja tidak cukup untuk bisa disebut pandai dalam bekerja, pengalaman yang matang serta upaya dan kerja keras merupakan senjata kalian (para OS) untuk membuktikan bahwa PT. PLN (Persero) bisa berjalan meskipun tanpa pegawai PT. PLN (Persero).

Wassalam, bertemu lagi pada tulisan berikutnya.😀

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “Alasan Mengapa Karyawan PLN Demo !?

  1. DOMOS

    12 Oktober 2011 at 5:24 PM

    Ujung Tombaknya PLN kan Outsourcing,, jadi outsourcingnya tuh yg kagak becus…Wkkk,,!

    Horee…,,ayo dibikin heppy-heppy aja ini blog..jangan di tanggepin serius..wkkk,,

    Gue kan suka psikologis,,jd gue ngerti ini orang agak pintar tak berarah..!Wkkkkk..!

     
  2. oky

    8 Januari 2012 at 6:59 AM

    HIDUP OS.. PLN TANPA OS NGK HIDUP

     
  3. oky

    8 Januari 2012 at 8:55 AM

    pln ruwet

     
  4. sapi

    14 Desember 2012 at 6:49 AM

    mang,benar tuh,,karyawan pt miu itu persis seperti sapi perah,,tenaganya di kuras gajinya gk seberapa,,,mikir donkkkkkkkkk,,,,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: