RSS

Pegawai PT.MIU bukan orang-orang buangan

19 Agu

Banyak pendapat mengunkapkan bahwa orang-orang yang bekerja di PT.MIU itu dikarenakan buangan dari proses seleksi PT.PLN yang begitu ketat, perlu diperjelas bahwa pendapat tersebut tidak 100% benar, akan tetapi banyak pegawai PT.MIU yang sejak dari awal hingga saat ini tidak pernah mengirimkan lamaran ataupun mengikuti proses seleksi di PT.PLN, bahkan ada juga orang-orang yang bekerja di PT.MIU sejak dari awal mulanya kemudian mengikuti proses seleksi dari PT.PLN akan tetapi gagal dalam proses seleksi hingga kembali bekerja lagi di PT.MIU, akan tetapi disini kami juga tidak akan menutupi bahwa tidak sedikit juga pegawai PT.MIU yang merupakan orang-orang khusus yang ditugaskan secara khusus oleh pegawai/pejabat PT.PLN yang sulit mendapatkan pekerjaan, ataupun hanya sekedar menunggu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.

Begitulah kisah ataupun sejarah singkat mengenai PT.MITRA INSAN UTAMA, tempat saya bekerja. Semoga dapat diambil hikmahnya.

 

Tag: , , ,

62 responses to “Pegawai PT.MIU bukan orang-orang buangan

  1. Agustina Prihatin

    28 Agustus 2008 at 4:02 PM

    Hidup PT.MIU, kami mendukungmu agar menjadi perusahaan terbesar penyedia tenaga kerja berkualitas se-Indonesia, semoga saja bisa menjadi perusahaan penyedia tenaga outsourcing terkemuka, jangan cuma supply tenaga kerja ke PT.PLN aja dunk, apa ngga ada perusahaan lain lagi, emangnya cuma PLN aja perusahaan besar itu, PLN tuh menjadi besar karena dia gak punya saingan, coba kalo udah punya saingan kayak PT.TELKOM, pasti deh kelabakan, gak akan jaya seperti sekarang lagi, hehehe … mau nya sih gitu, jadi gak pada angkuh tuh pegawai PLN

     
  2. GiNa

    2 September 2008 at 2:41 AM

    benarkah PT MIU PROFESIONAL ?

     
  3. nik

    25 September 2008 at 2:27 AM

    Sangaaaat Setuju itu…itulah kebenarannya….karena sy juga mengalaminya….

     
  4. miuski

    28 Oktober 2008 at 4:25 PM

    Benar Sekali, pegawai PT.MIU yang bukan murni hasil dari Nepotisme pegawai PLN rata-rata professional, bisa dibuktikan dengan penghargaan berupa sertifikat BSEN ISO 9001-2000 dari AJA (Anglo Japanese American) untuk sistem Manajemen Mutu.
    Lebih lengkap bisa dibaca di Majalah Sinerji 04/XI/Juli-Agust 2008

     
  5. Afdal

    14 November 2008 at 4:53 PM

    Saya dari MIU Sumbar! Saran saya buat rekan2 sekalian jangan terlalu berharap dengan kelangsungan kita di MIU ini! Ingat PLN sedang gonjang ganjing, bisa2 peg PLN jd peg PEMDA kita jadi apa? Mulai lah memikirkan usaha lain! Salam.

     
  6. Topa

    26 November 2008 at 12:29 PM

    pegawaii miu tidak terjamin kkkegidupannya tidak mendapat ggaji yg layak

     
  7. miuski

    27 November 2008 at 3:33 AM

    Kalo punya kesempatan untuk berpindah pekerjaan, dgn pertimbangan masa depan lebih baik, meskipun gaji sama ataupun berbeda sedikit dgn bekerja di MIU lebih baik kawan-kawan segera hengkang aja, begitu lah saran saya saat ini. Terima Kasih

     
  8. rudon_123

    17 Desember 2008 at 6:02 AM

    harusnya bersyukur para boss sekarang cari kerja susah, banyak sekarang yang PHK besar besaran

     
  9. rudi h

    1 Januari 2009 at 6:22 PM

    ya…menurut saya harusnya pt.pln (persero) merekrut pegawai miu kan udah pengalaman kenapa merekrut dari luar buang2 biaya saja…

     
  10. Bayuaji Zaenal, S.Kom

    12 Februari 2009 at 4:43 PM

    Siapa nih yang bikin tulisan kayak begini ? jadi tersungging, emang gue pernah ikut test PLN tapi sebelumnya udah jadi pegawai PT.MIU bosss, eh ngemeng-ngemeng gue juga udah keterima jadi CPNS lho! Maju terus pegawai PT.MIU yang lain, pantang mundur, aku mundur duluan yaa… bye..bye..

    nanti kalo nasib kalian bagus pasti diangkat jadi pegawai PLN, apesnya kalo gk diangkat-angkat jadi pegawai PLN yah emang nasib kali, cari kerja lain lagi aja dari sekarang buat kalian-kalian yang pendidikannya diatas D3 mumpung masih ada waktu. Tapi kalo terima nasib, yah diem aja deh di PT.MIU,

    sedikit bocoran en bukan bualan, PT.MIU tuh perusahaan OS yang paling konsekuen dalam masalah penggajian, gak pernah terlambat lho, believe me! PT.Mitra Insan Utama juga yang sudah membesarkan saya hingga bisa seperti sekarang. Terima kasih PT.MIU, seandainya ada jenjang karir disini, aku tak akan meninggalkanmu begitu saja. Bye..bye..

     
  11. dewi

    17 Maret 2009 at 10:55 AM

    Kalo dipikir2 iya c emang PT MIU berjasa2, soalnya gue ampe betah 4 tahun dikandang PT MIU..hehehe..tapi mudah2an ada kedepannya PT MIU gampang juga naikin gaji…

     
  12. Jay

    27 Maret 2009 at 1:52 PM

    Saya org baru yang terlibat outsourcing, sudah hampir 3 bulan belum ada kejelasan mengenai kontrak kerja, saya harapkan agar kontrak kerjanya cepat terealisasi biar saya bisa liat gimana modelnya, makin cepat makin bagus biar saya n teman2 bisa cepat ambìl keputusan, apakah mau maju terus atw mundur tuh jadi tenaga outsourcing,he2. Cepatan oi… Waktu terus berjalan neh.

     
  13. fran

    10 April 2009 at 6:09 PM

    gimana masa depan karyawan pt miu ?

     
  14. abata

    27 Mei 2009 at 8:31 AM

    klo bersyukur jadi karyawan pt. miu ya…iyalah bersyukur, cuma satu harapan untuk pt.miu untuk lebih maju so, karyawan2nya lebih sejahtera…. klo bisa soal tunjangan diberikan/dinaikan boss….

     
  15. SYAMSUL PERMANA

    31 Mei 2009 at 3:07 PM

    setelah ± 7 thn bergabung dgn PT. MIU, baik dr kesejahteraan maupun tunjangan cukup untuk menghidupi keluarga saya… gak mslah dengan anggapan tersebut yg penting kt msh dalam KELUARGA BESAR PT. PLN (Persero) BRAVO PT. MIU KEMBANGKAN TERUS SAYAPMU….. Salam hangat dr BANTEN

     
  16. miuski

    5 Juni 2009 at 10:54 PM

    alhamdulillah, ternyata masih ada orang yang senang jalan ditempat, andai semua orang memiliki pikiran seperti anda, tentunya Indonesia akan semakin terpuruk

     
  17. miuski

    5 Juni 2009 at 10:56 PM

    nah ini baru ok, sejahterakan dunk karyawannya jangan cuma meras tenaganya aja

     
  18. na2

    30 Juni 2009 at 7:40 PM

    mo nyoba gawe dhunk.. nglamarnya kmana seh???

     
  19. rudikustiana

    24 Agustus 2009 at 4:26 AM

    tolong pt miu supaya secepatnya membayar uang rapel karyawan os dari bulan maret s/d sekarang karena kami tau PLN nya sudah membayar.tolong kami orang keciiiil. sangat membutuhkan sekali coooooy

     
  20. dadi

    2 Oktober 2009 at 11:38 AM

    ” LIHATLAH KE ATAS SEBAGAI MOTIVASI DAN LIHATLAH KE BAWAH SUPAYA BERSYUKUR “. PEGAWAI KONTRAK DI DUNIA TAPI DI AKHIRAT PEGAWAI TETAP. jangan bangga yang jadi pegawai. kebanyakan si ngeremehin OS. salam dr jakarta

     
  21. rudikustiana

    3 Oktober 2009 at 4:00 AM

    sudah waktunya kita “MERDEKA” UU kelistrikan yang baru sudah disahkan ada secercah harapan bagi kita semua mungkin kita nanti ada yang dibawah pemda,swasta baik asing maupun lokal,kepada rekan rekan os jangan kawatir justru dengan lahirnya uu ini kita diatas angin kan telah kita ketahui bersama bahwa yang selama ini bekerja ini siapa???nah nanti para kompetitor kompetitor itu tahu mana mana yang akan direkrut tentunya mereka membutuhkan pegawai yang “mau kerja “,loyalitas tinggi dan yang menguasai pekerjaan dll dan kalau begitu sudah tentu tau dong apa yang akan terjadi nanti………….

     
  22. miuski

    19 Oktober 2009 at 2:19 AM

    Insya Allah, dan saya alumnus MIU jg berharap spt itu dibawah pemda, supaya tdk alasan kerugian terus itu PLN, padahal gaji ma tunjangan karyawannya gk bisa dibandingkan dgn karyawan OS, bahkan karyawan pemda sendiri pun kalah, jd semoga aja PLN sebentar lagi diambil alih oleh pemda setempat, sehingga saya juga akan berangkat / kembali ke PLN, hehehe…

     
  23. Z@inal

    15 November 2009 at 12:53 PM

    Klu kami di kalbar terima aja, untung msh di beri kerja dari pada geladangan.

     
  24. gaki_aita

    16 November 2009 at 4:32 AM

    memang bener profesional …
    saya ini pegawainya juga dan kerja nya di PLN Cabang Palembang bagian SOPP dimana tugas saya sebagai operator pelayanan, dan membantu juga dalam hal jaringan wireless dan teknisi nya juga …

    semoga selalu jayo … PT. MIU

     
  25. wan

    19 November 2009 at 9:47 AM

    Mudah-mudahan Pejabat-pejabat yang diatas melihat Kinerja MIU yang baik dan berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan MIU dimasa yang akan datang… Dan menurut saya daripada terus di MIU tidak ada jenjang karir atau masa depan suram.. Lebih baik Hengkang dari MIU daripada terus jadi bahan Gunjingan para Pejabat yang diatas..

     
  26. Ali sabet

    11 Desember 2009 at 7:16 AM

    Mohon pertimbangkan dan perjuangkan penghasilan pekerja miu.sebab kami bukan buruh tatapi tenaga profesional yang memiliki ke ahlian dan kerja kami untuk BUMN bukan pabrik.

     
  27. adhi hariyanto

    29 Desember 2009 at 4:23 PM

    klo emang bukan buangan Tolong pikirkan hidup karyawan PT.MIU ke masa depan.dan samakanlah biaya kita dengan biaya hidup di dunia ini.kita kerja bukan disiksa karna kita PT.MIU ada,bangkit sampai selamanya…ya allah semoga atasan kita bisa memperhatikan kita.

     
  28. ari

    2 Januari 2010 at 12:54 PM

    kepada Boz2 PLN sok atuh geura ngasih kabar gembira k brudak OS MIU teh….sudah terlalu lama nih nunggunya…….
    daripada merekrut karyawan baru lebih baik mengangkat orang2 yang sudah ada dan berpengalaman, sok diantosan kbar gembirana………

     
  29. Rid-one

    8 Januari 2010 at 10:39 AM

    Kepada DIRUT MIU, saya sarankan untuk melihat jenjang karir mereka yang sudah lama kerja di PT. MIU, kalo bisa lihat pengabdian mereka udah berapa lama mereka kerja. Bisa ada perbedaan dalam segi PENDIDIKAN begitu… kami mohon jangan disama ratakan yang rajin bekerja dengan yang malas bekerja.. supaya ada PENYEMANGAT dalam mengejar target dalam bekerja,, ada penilaian khusus begitu…. “perusahaan macam apa kalo yang sudah lama mengabdi dengan yang baru nonggol masuk kerja DISAMA RATAKAN”,,, gimana mau giat bekerja kalau aturanya seperti itu…

     
  30. ade ferdian

    12 Januari 2010 at 3:22 PM

    maju terus pantang mundur………..mudah2an pt miu bisa sprt Ip ya ….amiiiiiiiiin ya allaaaaaaaah….

     
  31. afdal

    11 Februari 2010 at 3:48 PM

    pt. miu……….
    uang pesangon kami dari kopkar sebelum pelimpahan ke miu kok
    ditahan? itu hak kami lo……

     
  32. miuski

    12 Februari 2010 at 8:22 AM

    Seharusnya anda berkoordinasi dengan rekan-rekan lain yang sama-sama tidak diberikan pesangon pada waktu pelimpahan Kopkar ke PT.MIU, hal ini bisa diajukan sebagai tuntutan hak pegawai tentang pemberian pesangon didalam Undang-Undang Tenaga Kerja

     
  33. de82javu

    16 Februari 2010 at 4:25 AM

    syukuri apa yang sekarang dihadapi…,klo emang ada yang lebih baik kenapa engga pindah…?kudu..kudu pindah mank enak…?

     
  34. Muhamad Habibbullah

    5 Mei 2010 at 2:58 PM

    Semua harus melalui proses, klo pegawai PT.MIU adalah pegawai buangan buat ap harus ad proses Test IQ/Psikotest.

     
  35. miuski

    14 Mei 2010 at 3:33 AM

    @Muhamad Habibbullah : Masuk sekolah aja ada test IQ dan ujian masuk, tapi kan jelas menjadi siswa dari sekolah tersebut dan mendapatkan sesuai harapan, bisa naik kelas lagi, ikutan testing di MIU sama aja ikutan test untuk belajar baris berbaris utk keterampilan jalan ditempat, xixixixi …

     
  36. Edison

    18 Mei 2010 at 4:10 AM

    kenapa di PT PLN Cab. Solok Wil Sumbar PT MIU tidak eksis lagi n tidak dapat memenangkan lelang tenaga kerja tahun 2010….????

     
  37. miuski

    25 Juli 2010 at 12:52 PM

    kenapa di PT PLN Cab. Solok Wil Sumbar PT MIU tidak eksis lagi n tidak dapat memenangkan lelang tenaga kerja tahun 2010….????

    Jwb : Sistem Kerja yang diterapkan oleh PT.MIU itu sebetulnya haram, krn mengadopsi teknik Vampir, menghisap darah org2 kecil, dan perusahaan spt itu tdk akan bertahan lama, alias bakal bangkrut dgn ulahnya sendiri, sdgkan Peg.PT. PLN sendiri, bakal binasa dgn kerakusannya terhadap upah Karyawan OS yang kecilnya tdk bisa dijadikan sumber harapan utk hidup

     
  38. erwin

    26 Agustus 2010 at 3:19 PM

    buat saya masih bersukur kerja di PT MIU dari pada dulu masih nyopir angkot heheee…. tapi koq udah 5 tahun kerja… gak ada tuh namanya keadilan dari perusahaan… koordinator kami korupsi uang tunjangan PJ (penanggung jawab) LisDes… koq sampai sekarang di diemin aja… sampai oknum tsb… udah hengkang dari MIU…. busyeeeeeeet dahhh

     
  39. Bambang

    22 September 2010 at 4:21 AM

    PT MIU (ex pensiunan org2 PLN) adalah salah satu sistem model kapitalisme zaman reformasi.. sok berkuasa, sok berjasa, dll. PT MIU dan provider PLN lainya merupakan sarana bisnis pejabat org2 PLN, terbukti banyak penyuapan di dalamnya. aturan DEPNAKER potongan celery karyawanya tdk boleh lebih dari 30%. Tp apa buktinya..!!! ..asal tau aja PLN bayar per tenaga outsourching (OS) sekitar 3,2 Jt (tergantung daerah) bahkan ada yg lebih. tapi yg di bayarkan pada karyawan outsourchinya adalah upah UMR (di bawah 1,5 jt)… dgn gaji segitu pengaruhnya bagi PT PLN adalah loyalitas & semangat kerja Karyawan OS tentu saja rendah. PLN tdk bisa menekan PT MIU karena ada penyuapan pada para pejabat PLN.. ya sdh, pada diem2 aja semuanya (pura2 ga tau kalee).. Masih banyak jg sistem kepengurusan MIU tuh ga Profesional. skrg lg, premi anak2 gangguan belom di bayar ampe 5 bulan, mungkin uangnya di pake dulu buat pesanggon pra OS yg pindah ke YANTEX (MIU kalah tender YANTEX oleh Provider lain.. Puaaaasssss…) sy tau semuanya karena sy ada di bagian keuangan APJ… ironis..!!!

    Harapan saya & pasti temen2 OS lainya adalah Bubarkan saja para provider tenaga kerja termasuk PT MIU… PT PLN harus mengangkat para OS untuk jadi karyawan PT PLN yg selama ini slalu mengambil dari luar , selain lbh efisien karena sdh bs kerja dan ngurangi biaya, padahal para tenaga OS jg ga kalah pinter dibanding karyawan PT PLN yang lama ato yg baru. mereka jg banyak lulusan sarjana ato diploma.

    BUBARKAN PT. MIU………….!!!!

     
  40. Haris Alamsyah

    22 September 2010 at 4:36 AM

    Assalamualaikum,wr,wb Pada para wakil rakyat yang terhormat, tolong hapus sistem outsourcing yang ada dilingkungan BUMN, khususnya PT.PLN. Karena banyak penyimpangan makna Outsourcing (OS), malah menjadi lahan yang empuk bagi para pensiunan pejabat PLN yang berbondong-bondong mendirikan perusahaan outsourcing dengan sitem tender yang tidak transparan. Akhirnya yang kena dampak adalah para pekerja Outsourcing,tiap tahun di tender ulang,dengan acuan tender Upah Minimum,tanpa ada tunjangan prestasi apapun, padahal yang ditenderkan adalah bukan jenis pekerjaan sementara (berjangka waktu) tapi jenis pekerjaan tetap. Ironisnya persentasi upah yang diberikan kepada outsourcing dipotong dengan perbandingan yang tidak relevan, pegawai Os hanya menerima 60%-70% upah dari yang ditagihkan vendor pada usernya (PT.PLN)dan itupun jumlahnya tidak sampai seperempat gaji pegawai tetap. Perlu diketahui banyak Os yang mengabdi untuk PLN dengan masa kerja lebih dari 20 tahun, tiap tahunnya dipingpong, dengan kondisi upah yang terus menerus di reset ke angka UMR. Kami hanya mengingatkan bahwa dengan kondisi tersebut kiranya telah merampas hak hidup kami,karena jelas Oursourcing tidak ada bedanya dengan sistem percaloan manusia. Perlu diketahui 80% pekerjaan di PT PLN ditangani oleh para Os. Mohon untuk untuk didengar oleh hati para wakil rakyat sekalian,untuk kemudian ditindak lanjuti dengan cara proses audit oleh lembaga yang berwenang seperti KPK, terima kasih.

     
  41. lendhan

    22 September 2010 at 4:51 AM

    Outsourcing Bersatulah..!! Saya mengajak teman-tman Outsourcing PLN untuk bersatu dan berani mengambil sikap. Jika selama ini Anda merasa diperbudak dan diperlakukan dengan tidak adil, Beratulah….Lawan ketidak adilan itu !!!… Sadarlah, bahwa selama ini Anda telah dibodohi…Dibuat terpecah belah…Dibuat takut kehilangan penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa… Coba tanya diri Anda sendiri, apakah gaji Anda saat ini cukup untuk membiayai biaya hidup Anda?… jika Anda pikir cukup coba bayangkan keadaan 5-10 tahun yang akan datang, gaji Anda sebagai Outsourcing akan tetap pada level UMP sedang kebutuhan akan naik beriiring dengan semakin besarnya anak Anda… Sadarlah, saat ini PLN hanya menganggap Anda sebagai Alat Produksi dengan biaya BBM dan pemeliharaan sebesar UMP, saat Anda sudah tidak produktif lagi Anda akan dibuang tanpa kompensasi apa-apa sama seperti mobil tua… sungguh ironis bukan.?? Bersatulah…!!!, kita semua tahu bahwa yang benar-benar bekerja di PLN adalah anda-anda karyawan outsourcing…. Percayalah, tanpa Anda semua PLN tidak bisa beroperasi, karena Pegawai PLN saat ini sudah tidak sudi lagi bekerja kasar mengeluarkan keringat berjemur di lapangan…. Coba amati, siapa yang hujan panas siang dan malam melayani gangguan?, siapa yang dibawah terik matahari berjalan mencatat meteran listrik?, siapa yang berlumuran oli saat mesin rusak?, siapa yang begadang setiap akhir bulan mengengolah data untuk dijadikan tagihan listrik?, siapa yang 24 jam setia melayani pengaduan listrik? … Semuanya dikerjakan oleh Anda !!! yang berstatus karyawan outsourcing PLN. Jadi omong kosong jika SP PLN berkata Idonesia akan gelap jika pegawai PLN mogok, yang benar PLN akan lumpuh jika outsourcing mogok..!!! Saat ini anda berada pada posisi strategis, jika SP PLN ingin mogok…silahkan, Anda semua yang akan ambil alih semua operasi PLN . Ingat, PLN adalah milik rakyat tak peduli sebagai apa status anda, Anda wajib melayani masyarakat..!!! Untuk pegawai PLN, seharusnya Anda sadar…saat ini Anda bersenang-senang diatas penderitaan saudara-saudara Anda sendiri , jadi janganlah bersikap angkuh dan sombong meremehkan. Coba introspeksi diri, seandainya outsourcing PLN mogok kerja semua, apakah Anda mau menggantikan tugas mereka?…keluar dari bangku empuk dan ruang ber-AC Anda melayani Rakyat Indonesia di bawah terik matahari atau ditengah-tengah dinginnya malam?. Sadarlah bahwa gaji besar yang Anda nikmati saat ini adalah hasil jerih payah keringat mereka pekerja outsourcing yang dengan segala daya upaya berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya walaupun hanya di gaji tidak sampai 1/4 gaji Anda. Bagi Direksi PLN yang terhormat, Sudah cukup karyawan outsourcing dibodohi, Demi Keadilan saatnya sistem outsourcing dihapuskan karena jelas-jelas menyalahi hukum yang berlaku. Anda semua pasti sudah tahu bahwa pasal 66 UU No 13-2003 membatasi jenis pekerjaan apa saja yang bisa di outsourcingkan. Dengan dalil apapun Anda tidak bisa memungkiri bahwa sebagian besar pekerjaan outsourcing di PLN merupakan PEKERJAAN UTAMA di PLN yang jika itu tidak ada akan mengganggu jalannya perusahaan. Anda juga mengerti bahwa pekerjaan bisa di outsourcingkan hanya selama 2 (dua) tahun dan hanya bisa diperpanjang selama satu tahun. Sadarlah dan koreksilah kesalah Anda yang telah lalu, dengan merubah status karyawan outsourcing PLN menjadi Pegawai Tetap, karena itulah langkah terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menebus kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Jangan jadikan kondisi keuangan sebagai alasan untuk tidak merubah status karyawan outsourcing, sudah menjadi rahasia umum banyak terdapat pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya dapat disisihkan untuk bertindak adil dan bijaksana, yaitu dengan mengangkat karyawan outsourcing menjadi pegawai PLN. Atau, Untuk Pemerintah… Unbonding, why not..? Setidaknya akan terjadi penghematan di pos-pos biaya perjalanan dinas dan biaya pindah Pegawai PLN. Saat ini Karyawan outsourcing PLN sudah bosan pada ketidak pastian status mereka, mereka akan mendukung kebijakan ini jika akan berdampak bagi kepastian kerja… Toh, lebih baik ganti baju jadi memakai baju hansip daripada seumur hidup jadi outsourcing, betul nggak teman-teman outsourcing PLN ??😉 Untuk KPK, ICW dan LSM-LSM yang lain : Silahkan tinjau kontrak-kontrak di PLN, baik itu kontrak pengadaan tenaga kerja ( Outsourcing ), kontrak pemborongan ataupun kontrak pengadaan material, pasti akan membuat Anda terperangah…?. Maaf bukan hendak mencari-cari kejelekan, tapi hanya berharap semoga saja pengeluaran-pengeluaran PLN yang tidak jelas itu dapat dialihkan untuk kesejahteraan para karyawan outsourcing yang bekerja dilevel terbawah. Untuk Rakyat Indonesia : Jika selama ini sering terdengar statement negatif tentang oknum outsourcing PLN, mohon dimaklumi dan ditinjau secara bijaksana. Tidak semua Outsourcing PLN berprilaku negatif, masih banyak teman-teman karyawan outsourcing PLN yang bekerja secara tulus melayani Anda, menerima keluh kesah Anda saat terjadi pemadaman Listrik, bersedia bekerja tanpa peduli hujan atau panas demi melayani agar listrik rumah Anda bisa tetap menyala. Semua itu dilakukan mereka dengan penuh dedikasi walaupun mereka sadar semua yang mereka lakukan tidak berarti apa-apa bagi karir mereka, karena mereka sadar outsourcing PLN tidak memiliki jenjang karir seperti pegawai PLN. Semua jerih payah dan kerja keras karyawan outsourcing PLN tersebut hanya akan dinikmati oleh pegawai PLN berupa bonus kinerja. Mohon Maklum karena saat ini Karyawan outsourcing PLN hanya “alat kerja” bagi PLN, bukan dianggap sebagai manusia. Hidup Keadilan..!!, Bebaskan outsourcing PLN dari perbudakan…!!

     
  42. i_ones

    27 September 2010 at 1:52 AM

    kapan yo.. ?ada perubahan NASEB..!!!!

     
  43. garut

    30 September 2010 at 10:07 AM

    teman-teman, kami tunggu undangan aksi perjuangan penghapusan OS jadi Pegawai Tetap PLN…….
    kalo bisa secepatnya kita mengadakan action………kami tunggu….!!!!!

     
  44. Dy Ra

    8 Oktober 2010 at 2:18 PM

    pt. miu icccccccch swerem kapok hdp brg miu manajemen nya gag waras

     
  45. ucok

    24 Oktober 2010 at 2:30 PM

    Kacau nih miu……. mau aja di perbudak PLN.
    daripada loh disumpahin sama pekerja2 loh sendiri mendingan pindah aja dari PLN. mentang2 yang punya miu pensiunan pln. banyak disumpahin lama2 bangkrut dah dah ni pt. kagak berkah.

    motong gaji pekerja gede2 amat sih. dipotong sama pejabat2 pln juga ya.
    parah nih pln gaji udah pada gede masih nyabet gaji OS yang kecil juga.
    untuk dirut pln. nyari pegawai pln yang bener dong psikologinya.

     
  46. ucok

    24 Oktober 2010 at 2:39 PM

    untuk dirut pln dahlan iskan. kenal tidak sama kami para os yang ngebantu kerjaan pln ini. hampir 75% yang kerja itu OS bukan pegawai. kerja cm maen game, nyuruh2, tp gaji gede. tanggung jawab2 bullsit.
    mustinya para pegawailah yang porsi kerjanya besar disesuaikan gaji bukan sebaliknya. tolong kepada dahlan iskan perhatikan kami. tidak jadi karyawan tetap tidak apa tp mohon dlm pengganjian kami diperhatikan.

     
  47. PTMBM

    28 Oktober 2010 at 7:21 AM

    DARI SEKIAN BANYAK PJTK YANG MELAKUKAN KONTRAK DENGAN PLN, KENAPA TIDAK DILIKUIDASI SAJA (KONTRAK KONSORSIUM), SEHINGGA PLN HANYA CUKUP MENETAPKAN NILAI KONTRAKNYA SAJA, SEHINGGA LEBIH EFISIEN DAN SIMPEL KAN.
    TERIMA KASIH

     
  48. SIDI POHOK

    18 November 2010 at 3:35 AM

    Ass.w.w
    Dengan hormat,

    Saya sebagai salah satu TK (PJTK PT.MBM) pada di PLN Cabang Padang, dengan ini mengusulkan agar PT.MIU dan PT.MBM di merger saja, sehingga masalah sosial yang selalu ada selama ini dapat dihindari dengan baik.

    Dalam bentuk lain sayapun bersedia menjadi perwakilan manajemen PT.MIU untuk mengikuti lelang PJTK di PLN Sumbar, baik secara pribadi maupun secara perusahaan secara profesional.

    Demikian atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
    Wassalam

     
  49. sidi pohok

    29 November 2010 at 4:44 AM

    Yth. Direksi PT MIU
    di tempat,

    Kami mohon agar PT MIU melakukan akuisisi terhadap PJTK yang masih bertambah terus di jajaran PLN, manfaatnya sbb:

    1. Keuntungan akan lebih meningkat dan terfokus, sehingga kesejahteraan TK dapat lebih diperhatikan dan ikut meningkat.
    Kalau PJTK yang lain tentu misinya hanya bisinis orientid.

    2. Tidak ada lagi kecemburuan sosial, yang timbul akibat adanya perbedaan tingkat pelayanan kesejahteraan yang diberikan oleh PJTK

    Demikian , tks

     
  50. sidi pohok

    14 Desember 2010 at 8:03 AM

    Kalau PT MIU merupakan anak Perusahaan PLN, sebaiknya semua PJTK yang kontrak dengan PLN digabungkan saja (merger), sehingga tidak ada lagi kesenjangan sosial diantara Pekerja.
    Terima kasih.

     
  51. sidi pohok

    14 Desember 2010 at 8:08 AM

    Waktu PT.MIU ikut bursa Tenaga kerja di Depnaker Sumbar, kenapa sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya, sebaiknya dibalas, sehingga PT.MIU tidak dianggap “main-main” dan melecehkan pencari kerja, kasihan dong para pengangguran sudah banyak keluar uang untuk bikin berkas lamaran.
    TKS

     
  52. h.yanto

    4 Februari 2011 at 4:20 PM

    PLN hanya menjadikan kita alas kaki nya bertahun-2 ngabdi seakan tidak ada harga nya sungguh KEJAM slalu orang yg baru yg direkrut menjadi pegawai nya kita slalu jadi penonton SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA DGN KEPERKASAAN NYA

     
  53. doni

    11 Februari 2011 at 4:50 AM

    Bapak-bapak dan Ibu-ibu ini memangnya yang maksa jadi OS nya PLN siapa ??? kalo mau syukur, kalo ga mau ya udah, ga usah jelek2in pegawai PLN. memangnya anda-anda ini jadi OS di PT MIU karena kesalahan pegawai-pegawai PLN ??? dari cara anda anda mengomentari kinerja pegawai PLN terlihat siapa sebenarnya yang angkuh dan sombong ??

     
  54. abijaya

    12 Februari 2011 at 11:40 AM

    saya harap pt miu tidak menjadikan kami robot – robot hidup

     
  55. outsurching koplak

    16 Februari 2011 at 1:01 AM

    harus dihargailah,os di lingkungan pln,khususnya distribusi,klo kita semua kompak utk mogok,sudah pasti pln kewalahan,makanya dihargailah os yg adakami semua hanya minta kesejahteraan di perbaiki lagi,kami tidak munafik,begitu pun anda,bpk. doni,pasti ingin hidup sejahtera,pln perusahaan besar,BUMN,bukan perusahaan kacangan.
    Saya berharap,semoga ada perusahaan asing atau swasta yg ikut mengelola kelistrikan di indonesia,sehingga pln tidak merasa “sombong” lagi,dan semena mena terhadap os nya sendiri.
    TETAP BERSATU KAWAN KAWAN OUTSOURCHING…………!!!!!!!!!!!

     
  56. kms m aliejah yta

    19 Februari 2011 at 4:12 PM

    sya harap pt miu bisa lebih maju lg sehingga pare tk pt miu bisa lbih sejahtra

     
  57. EMOT

    1 Maret 2011 at 6:48 AM

    WAH GAWAT NIH KOMENTARNYA MACAM-MACAM

     
  58. marcopolo

    9 Maret 2011 at 12:26 PM

    Menjalan kan program. melaksanakan perinta walau berat harus dipikul. mampu tidak mampu harus mampu. kami punya mulut tapi bisu. kami punya ide, tak punya hak paten. kami bukan melayani masarakat tapi melayani tuan – tuan kami. kami sukses menjalan kan tugas kami tak punya nama yang punya nama hanya pemilik kami. yang kami dapat hanya buat bertahan hidup agar tuan – tuan kami dapat memakai kami tidak lebih dari sebagai alat kerja.Lebi tepat nya kami di sebut robot -robot hidup. PT.MIU Yth biarkan mulut kami berucap , beri lah hak paten kepada ide – ide kami. kami manusia . berila kami nama.
    Halo teman – teman senasip salam kenal
    – Ledhan
    – Emot
    – H Yanto
    – Sidi pohok
    – Ucuk
    – Haris Alamsyah
    – Bambang
    – Erwin
    – DLL

     
  59. tauntung

    10 Maret 2011 at 2:53 AM

    sepertinya miu pusat kurang tenaga neh,,, untuk menangani bm@x,,,, maju terus miu tolong perhatikan bm@x – bm@x seluruh indonesia…

     
  60. peter pan

    10 April 2011 at 9:28 AM

    PT PLN ( Persero :perusahaan selalu robah )
    Salam rekan rekan OUTSOURCHING di PT PLN ( Perssero ) diseluruh indonesia ( YANTEK,FRONT DESK,BM@k ATAUPUN APALAH SEJUTA NAMA TETAP OUTSOURCHING )
    Kebijakan yang diterapkan selama ini adalah kebijakan politik jepang ( rodi )mau untung besar pengeluaran sedikit.
    saya sudah bekerja di OS PT PLN DJBB pada tahun 2002 sehingga kebijakan muncul yantek tahun 2010 ,duh saya merasa dirugikan harus pindah lagi dari vendor satu ke vendor yang lain tanpa ada satu penghargaan apapun dari PT PLN DJBB,kasihan yang sudah tua yang sudah lama dengan segudang ilmu segudang pengalaman dipandang sebelah mata tanpa diakui jasa jasanya oleh PLN Yang mereka Cin Tai, harapan demi harapan yang mereka harapkan kapan yah mereka JADI KARYAWAN PT PLN apalagi sekarang karyawan PT PLN PADA BARU2 LHO beruntung sekali mereka.saya jga menyadari mungkin ini takdir saya dan rekan rekan untuk selalu menjadi OS,Saya doakan semoga ada managemen PT PLN yang melirik kami memberi kesempatan kepada kami untuk mengikuti tes tanpa dibatasi umur atau apapun didasari karena keahlian kami dibidang kelistrikan ,mohon maap kepada semua pihak ini hanya unek unek ,salam perjuangan

     
  61. edy

    11 April 2011 at 2:53 AM

    Selamat kepada PT.MIU dapat memenangkan tender untuk wilalayah jakarta,sebagai outcorcing pencatat kedudukan kwh meter,dan harapan saya semoga lebih baik dari yang sudah-sudah,dan lebih fait

     
  62. Ninja Hatori

    14 September 2012 at 3:18 AM

    ALAMAT KANTOR PT.MIU DI MANA SIH??

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: