RSS

Arsip Tag: PT.MIU

Surat Untuk MPR-RI Mengenai Praktek OS

Surat dari : Haris Alamsyah – hariez08@plasa.com yang dikirimkan ke Situs MPR-RI, berikut kutipannya :

Assalamualaikum,wr,wb Pada para wakil rakyat yang terhormat, tolong hapus sistem outsourcing yang ada dilingkungan BUMN, khususnya PT.PLN. Karena banyak penyimpangan makna Outsourcing (OS), malah menjadi lahan yang empuk bagi para pensiunan pejabat PLN yang berbondong-bondong mendirikan perusahaan outsourcing dengan sitem tender yang tidak transparan. Akhirnya yang kena dampak adalah para pekerja Outsourcing,tiap tahun di tender ulang,dengan acuan tender Upah Minimum,tanpa ada tunjangan prestasi apapun, padahal yang ditenderkan adalah bukan jenis pekerjaan sementara (berjangka waktu) tapi jenis pekerjaan tetap. Ironisnya persentasi upah yang diberikan kepada outsourcing dipotong dengan perbandingan yang tidak relevan, pegawai Os hanya menerima 60%-70% upah dari yang ditagihkan vendor pada usernya (PT.PLN)dan itupun jumlahnya tidak sampai seperempat gaji pegawai tetap. Perlu diketahui banyak Os yang mengabdi untuk PLN dengan masa kerja lebih dari 20 tahun, tiap tahunnya dipingpong, dengan kondisi upah yang terus menerus di reset ke angka UMR. Kami hanya mengingatkan bahwa dengan kondisi tersebut kiranya telah merampas hak hidup kami,karena jelas Oursourcing tidak ada bedanya dengan sistem percaloan manusia. Perlu diketahui 80% pekerjaan di PT PLN ditangani oleh para Os. Mohon untuk untuk didengar oleh hati para wakil rakyat sekalian,untuk kemudian ditindak lanjuti dengan cara proses audit oleh lembaga yang berwenang seperti KPK, terima kasih.

Silahkan, bagaimana tanggapan saudara-saudara !?

Seandainya seluruh pegawai Outsourcing di Indonesia bisa bersatu, untuk memperjuangkan hak-hak sebagai Pegawai Outsourcing, saya yakin permasalahan ini akan mendapatkan titik temu yang bernilai positif, banyak sekali para Pegawai OS yang memiliki niat bekerja dan loyalitas tinggi terhadap perusahaan dan keinginannya pun tidak muluk-muluk, inti dari permasalahan praktek OS adalah sistem penggajian yang tidak jelas serta jaminan keamanan dalam bekerja yang juga tidak jelas.

Selamat Berjuang, kawan-kawan Outsourcing di tanah air.

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Akankan Pegawai MIU naik ke PT.PLN (Persero)

Harapan demi harapan dari sebagian besar pegawai PT.MIU adalah diangkatnya sebagai pegawai tetap PT.PLN (Persero) terutama untuk wilayah Disjabar, sepertinya hal ini hanya akan menjadi mimpi-mimpi kosong di siang bolong yang tak akan pernah terlaksana hingga akhir hayat pegawai PT.MIU mengabdikan dirinya untuk PT.PLN (Persero), mengapa saya memiliki prediksi demikian ?
Pertama, hal ini akan kembali menyemarakkan kegiatan nepotisme dan kolusi di lingkungan PT.PLN (Persero) yang selama ini terjadi, dan ini jelas sangat merugikan perusahaan, dikarenakan banyak sekali pegawa-pegawai PLN bawaan dari pejabat PLN yang pada akhirnya tidak mampu mengerjakan tugasnya.
Kedua, bila memang benar pegawai PT.MIU akan dinaikkan menjadi pegawai tetap PT.PLN (Persero) itupun hanya tinggal beberapa tahun saja, bisa dilihat usia dan masa kerja selama di PT.MIU itu tidak akan dianggap sebagai pengabdian yang syah oleh PT.PLN, karena pengabdian yang sesungguhnya dilakukan oleh pegawai PT.MIU ya hanyalah pengabdian untuk perusahaan PT.MIU itu sendiri.
Jadi kepada rekan-rekan yang memiliki pendidikan dan ijasah tinggi terutama bila didukung oleh skill dan kemampuan yang bisa terbilang diatas rata-rata lebih baik segera urungkan niat untuk berlama-lama di PT.MIU karena kecerdasan dan kemampuan kalian hanya akan dijadikan alat oleh pegawai-pegawai PT.PLN untuk menunjang karir mereka, apakah kalian akan mau seperti itu selamanya hingga hayat meninggalkan badan ? itu kembali kepada kalian, yang berani menghadapi tantangan untuk meraih masa depan lebih baik tentunya akan segera hengkang dari PT.MIU, terima kasih

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

MIU tidak bisa jadi jaminan masa depan!

Mengapa sampai saat ini perusahaan-perusahaan negara kita mempraktekan Outsourcing di hampir setiap lini pekerjaannya ?

Alasan pertama yang paling masuk diakal adalah para investor perusahaan negara ini ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan meminimalisir biaya operasional ataupun biaya produksi.

Alasan yang kedua tapi masih masuk diakal adalah kebanyakan perusahaan penyelenggara outsourcing masih ada kaitannya dengan pejabat-pejabata perusahaan BUMN, jadi daripada merekrut karyawan baru dengan sistem honorer (waktu dulu istilahnya spt ini) mendingan dijadikan pegawai Outsourcing saja, mengapa selain menjadi lahan bisnis baru juga biaya operasional untuk pekerjaan yang sama bisa lebih ditekan.

Yang ketiga ini yang gak masuk diakal, ya iyalah ini khusus di sisi pegawainya, hari gini kerja di PLN sebagai karyawan outsourcing dengan beban kerja yang besar di gaji dengan resiko UMK, walah bener-bener gak masuk di akal.

Saya adalah korban dari kekejaman MIU si Meong tea, sudah mengundurkan diri dengan sopan tapi tidak ada timbal jasa berupa penghargaan apaan gitu, masih kalah sama manajemen PT.Bina San Prima ataupun bengkel Honda sekalipun.

Wassalam

 

Tag: , , , , , ,

Mengenal Outsourcing Lebih Jauh

Penuh Kontroversi

Kutipan di bawah ini adalah jawaban beberapa temen kita waktu ditanya tentang kesediaannya cari kerja lewat outsourcing. Jawabannya pun macem-macem. Simak aja…
– Gue sih agak-agak males kalo cari kerja lewat outsourcing, takut ga jelas gitu..
– Katanya gajinya dipotong?
– Apaan… masa gue disuruh bayar duluan? Jelas-jelas gue cari kerja buat nyari duit eh malah dimintain duit
– Ga masalah sih.. emang kenapa? Yang penting bisa nyariin kerja
– Lumayan lah buat awal-awal..

Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , , , ,

Hadapi Hidup dengan Semangat

Era globalisasi merupakan era perdagangan global, prinsip perdagangan global merupakan budaya liberal yang telah ditularkan oleh bangsa-bangsa penganut paham kapitalis, Indonesia merupakan negara berkembang yang rawan akan tertularnya gaya hidup bangsa-bangsa maju.

Salah satunya adalah perilaku pengusaha-pengusaha yang mulai bercokol di pemerintahan, mereka sama sekali tidak bermaksud untuk membangun bangsa menuju kehidupan yang lebih baik, akan tetapi justru mereka menjadikan jabatan sebagai langkah untuk meraih kekuasaan, setelah melakukan berbagai promosi yang mengatas namakan Rakyat kecil mereka terus mencari simpati agar semua rencananya dapat terwujud. Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , ,

Buktikan Bahwa Qta Berkualitas

Jangan berkecil hati menjadi pegawai Outsourcing, meskipun begitu kita termasuk orang-orang yang beruntung, masih banyak orang-orang disekeliling kita yang sudah berkeluarga, memiliki anak yang banyak tapi tidak punya pekerjaan. Yang sekarang bisa kita lakukan adalah banyak berdoa dan buktikan bahwa kita memang berkualitas, kompeten dalam menerima pekerjaan yang telah dibebankan oleh perusahaan pengguna jasa.

Disini, PT.MIU merupakan perusahaan mitra penyedia tenaga kerja, dan klien kita adalah PT.PLN (Persero) DJBB, bukan berarti pegawai PLN itu memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding kita, manusia tetaplah manusia, dan pekerja tetaplah pekerja, tidak bisa dicampur adukkan antara hubungan manusia dengan pekerjaan.

Bagi pegawai Outsourcing, bertindaklah cerdik, jangan terus mengharapkan pekerjaan ini sebagai jaminan masa depan, berpikirlah secara cerdas, bahwa suatu saat kita memang perlu untuk memikirkan langkah lain selain terus menjadi pekerja, misalnya dengan memulai membuka wiraswasta meskipun skala kecil, jangan tinggalkan pekerjaan pokok sementara usaha wiraswasta anda belum maju, mungkin suatu saat perusahaan klien akan mulai merasakan bagaimana bila akhirnya harus ditinggalkan oleh orang-orang pegawai Outsourcing terbaiknya.

So mulai sekarang tunjukkan bahwa diri kita ini memang berkualitas dan kompeten di bidangnya,

Semoga Sukses rekan-rekan Outsourcing MIU Sukabumi

 

Tag: , , , , ,

Bekerja sama dgn PT.PLN sepanjang masa

Perusahaan Lilin Negara

Logo PT.PLN (Persero) Baru

PT.MITRA INSAN UTAMA merupakan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan diluar perusahaan PT.MITRA INSAN UTAMA, atau biasa dikenal dengan sebutan Outsourcing. Klien PT.MITRA INSAN UTAMA yang paling setia hingga saat ini adalah PT.PLN (PERSERO) DJBB, kemampuan ataupun professionalisme PT.MIU ini sudah diakui oleh PT.PLN dikarenakan pengalaman yang telah dimiliki oleh PT.MIU semenjak tahun pertama kali berdiri yakni tahun 2002.

Hanya sangat disayangkan, kemampuan ataupun pengalaman yang dimiliki oleh PT.MIU ini tidak disertai dengan porsi kesejahteraan pegawainya, diharapkan untuk masa yang akan datang PT.MIU mampu memberikan hasil kinerja yang lebih baik untuk PT.PLN (Persero) DJBB dan serta mampu memberikan kesejahteraan kepada pegawainya secara lebih bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan jaman saat ini.

Berikut ini adalah bukti bahwa PT.MIU tidak “mengindahkan” Undang-Undang Ketenagakerjaan Tahun 2003 yang telah diberlakukan oleh Negara :

1.Pasal 77 (2),
Tentang waktu kerja lembur, perusahaan menetapkan jam lembur diganti dengan piket / shift.
2.Pasal 78 (2),
Tentang pembayaran upah kerja lembur, perusahaan melaksanakan pembayaran upah kerja lembur sering terlambat / proses pembayaran berlarut – larut.
3.Pasal 88 (1, 2, 3, 4), Pasal 89 (1, 2, 3, 4), Pasal 90 (1, 2, 3), Pasal 91 (1, 2)
Tentang kebijakan perusahaan, perusahaan dalam hal pengupahan dinilai tidak memenuhi standar penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dan tidak didasarkan kepada ketetapan upah minimum yang berlaku.
4.Pasal 92 (1),
Tentang struktur dan skala upah, perusahaan tidak memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi dalam menentukan pengupahan.
5.Pasal 99 (1, 2),
Tentang kesejahteraan, Perusahaan hanya memberikan fasilitas jaminan sosial tenaga kerja kepada pegawainya tanpa memperhatikan keluarga pekerja (suami / istri / anak).
6.Pasal 113 (1, 2) dan Pasal 114,
Tentang peraturan perusahaan, perusahaan dalam membuat dan merubah peraturan tidak melibatkan pekerja / serikat pekerja, dan tidak pernah menjelaskan perubahanya kepada pekerja / serikat pekerja.
7.Pasal 104 (1)
Tentang serikat pekerja / serikat buruh, perusahaan tidak mengijinkan / merestui pekerjanya untuk membentuk serikat pekerja / serikat buruh.
8.Pasal 11 dan Pasal 12 (1, 2, 3)
Tentang pelatihan kerja, perusahaan baru memberikan pelatihan kerja awal tahun 2010 dengan catatan perusahaan membebankan biaya pelatihan kerja kepada pekerja / buruh.

Kami harap seluruh karyawan/karyawati PT.MIU JABAR dapat lebih bersabar menanti kebijakan yang dapat menguntungkan para pegawainya.

Pesan saya kpd seluruh rekan-rekan PT.MIU wilayah Jawa Barat dan Banten, tetap semangat dan terus kobarkan semangat untuk menegakkan hak-hak kalian sebagai Pegawai, dan jangan lupa harus di imbangi dengan kewajiban kalian sebagai pegawai Outsourcing di PT.PLN (Persero)

 

Tag: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.