RSS

Arsip Tag: Outsourcing PT.PLN

5 Pekerjaan Outsourcing Yang Masih Diperbolehkan

Berjumpa lagi dengan tulisan saya, yang sempat menghilang selama beberapa lama, ternyata tidak sedikit rekan-rekan komentator yang merindukan berita terbaru di blog ini, dan tak sedikit pula yang terus menerus menghujat blog ini dengan berbagai argumentasi, harapan saya, dengan hadirnya blog ini bisa sampai ke tingkat Pejabat Pemerintah yang khusus menangani bidang Ketenaga Kerjaan agar bisa menata dan mengawasi kembali praktek kerja Outsourcing yang selama ini berjalan di Negara Republik Indonesia.

Praktek kerja Outsourcing dijadikan lahan empuk bagi para pengusaha untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, upah minim tidak sesuai dengan aturan terkadang kerap kali di berlakukan oleh beberapa perusahaan pengelola alih daya, hal ini tentunya sangat merugikan pekerja di negara ini, pekerja Outsourcing di mata perusahaan terlihat jelas sekali “jurang pemisahnya”, bahkan menurut saya secara pribadi, Outsourcing adalah jenis praktek perbudakan di zaman modern, praktek Outsourcing tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dimanakah Keadilan Sosial itu, apabila sistem kerja saja sudah dibuat menjadi kasta ?

GambarSekarang mari kita lihat, setelah beberapa bulan ataupun tahun berlalu, Pejabat Politik turun naik silih berganti, hingga pak Dahlan Iskan yang dulu sangat saya benci (secara pribadi) ternyata sekarang memiliki sisi positif yang patut di acungi jempol, tidak sedikit Pegawai PLN yang ngga becus kerja ataupun bekerja se-enaknya untuk memperkaya diri sendiri telah “gugur” beterbangan keluar dari Perusahaan, hingga sekarang pak Dahlan Iskan telah menjabat menjadi seorang Menteri BUMN yang disegani oleh kalangan Anggota Dewan, selain itu sosok Jokowi dan Ahok yang kini bertengger sebagai orang nomor 1 di DKI Jakarta pun mulai membuka mata terhadap kesejahteraan buruh, terbukti UMP mereka naik !!!

Menteri Tenaga Kerja RI

Menteri Tenaga Kerja RI

Tak lama, Menteri Tenaga Kerja, bapak Muhaimin Iskandar mencoba terobosan baru dengan menetapkan aturan yang jelas tentang bidang kerja praktek Outsourcing, ada 5 pekerjaan yang masih boleh di “garap” oleh tenaga Outsourcing, yakni :

  1. Cleaning Service
  2. Keamanan
  3. Transportasi
  4. Katering, dan
  5. Pemborongan Pertambangan

ada statement lanjutan dari pak Muhaimin Iskandar, “Selain lima jenis itu harus dihentikan, kemudian menyesuaikan sistem kontrak kerja langsung antara pencari dan pemberi kerja”, kita masih bertanya-tanya apa maksud dari “diberhentikan”, yang jelas bukan dipecat, melainkan selama masa transisi outsourcing tersebut pak Muhaimin Iskandar berharap agar tenaga kerja yang saat ini masih Outsourcing berubah menjadi kontrak kerja langsung agar si pekerja tidak kehilangan pekerjaan, artinya kontrak kerja harus dilakukan secara langsung antara perusahaan pengguna tenaga kerja dengan si pekerja, tidak boleh melalui pihak pengelola alih daya.

Mudah-mudahan berita ini bisa menjadi angin segar, umumnya kepada seluruh tenaga kerja Outsourcing yang saat ini tersebar tidak hanya di lingkungan PT. PLN (Persero) saja.

Artinya, pekerjaan-pekerjaan lapangan dibawah ini harus dilaksanakan oleh para pegawai PLN yang hingga saat ini “kemampuannya” cuma sebatas kasih perintah-perintah doang …, pekerjaan lapangan itu diantaranya adalah :

  1. Bersih-bersih Jaringan Listrik (bersih-bersih ini tidak bisa dilakukan oleh karyawan OS, karena tidak termasuk pekerjaan Cleaning Service meskipun memiliki deskripsi yang sama, yakni bersih-bersih), seperti membersihkan ranting-ranting pohon yang mengenai kabel-kabel listrik milik PLN, kerjakanlah ini oleh orang-orang pegawai PLN, bukan OS.

  2. Naik tiang listrik ketika harus ada yang diperbaiki di jaringan listrik tegangan rendah, hal ini hanya boleh dan harus dilaksanakan oleh pegawai PLN, bukan OS.

  3. Cetak Surat Pemutusan Sementara ataupun Surat Pembongkaran KWH (utk sambungan listrik Pasca Bayar), pekerjaan ini sudah seharusnya dilakukan oleh pegawai PLN, bukan OS.

  4. Datang langsung ke lokasi pelanggan yang memiliki tunggakan sehingga aliran listriknya mesti di padamkan sementara ataupun dibongkar, pekerjaan ini harus dilakukan oleh pegawai PLN, bukan OS.

  5. Catat Meter (untuk KWH pasca bayar) tanpa ada pengecualian pelanggan kecil ataupun besar, lakukan ini oleh pegawai PLN, bukan OS.

  6. Pasang KWH meter, sampe sekarang kok pekerjaan ini masih dilakukan oleh OS, apa masih tidak mengerti juga isi Undang-Undang yang mengatur pekerjaan OS yang sudah sempat di sosialisaikan oleh pak Menteri Tenaga Kerja, haddeeuuhhh… orang PLN ini disebut bodoh dan ngga becus kerja ngga mau, tapi sudah jelas itu aturan Undang-Undang, malah menutup telinga seperti orang-orang budeg (tuli/congek).

  7. dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan lapangan lain, yang seharusnya dikerjakan langsung oleh pegawai PLN, tetapi mereka pada ngga becus, mau-nya kasih perintah melulu, bikin tender borongan karena ingin selalu untung besar, tapi laporan ke negara selalu merugi saja.

Demikian posting kali ini, semoga bisa menjadi “sumber” inspirasi bagi semua karyawan OS, dan menjadi pedoman bagi para pegawai PLN, khususnya di lingkungan pejabat-pejabat PLN yang mungkin kini sedang “kongkalingkong” memohon-mohon kepada Pemerintah agar pekerjaan-pekerjaan diatas tidak dilakukan oleh pegawai PLN. Sekali waktu saya ingiin lihat pegawai PLN sedang mencatat meter ke rumah-rumah pelanggan yang masih menggunakan KWH konvensional, ataupun mereka sedang memutuskan aliran listrik ataupun membongkar KWH pelanggan yang menunggak, tetapi sampai saat ini, hanya karyawan OS yang mampu melakukan itu, terutama di wilayah daerah, di wilayah perkotaan memang mereka sudah tidak mau kalah (tapi masih saja tetap kalah kalo beradu keahlian dengan karyawan OS senior), karena terpantau langsung oleh Pejabat-Pejabat PLN.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Januari 2013 in PT.MIU APJ SUKABUMI

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Fakta Terbaru : PLN Mulai Jadi “sarang preman pasar” !

Pada tulisan sebelumnya (baca : PT.PLN kini sudah tak BECUS jalankan Perusahaan!) saya telah mendapatkan berbagai komentar-komentar mulai dari kalimat-kalimat bijaksana hingga kalimat-kalimat premanisme yang sangat kasar, bahkan dengan nada-nada penghinaan yang tidak lazim dikeluarkan oleh orang-orang yang diklaim bertalenta tinggi, cerdas serta pintar. :D

Selain itu MIUSKI mendapatkan beberapa request yang diantaranya (msh teringat, dan terngiang-ngiang hingga tulisan ini diturunkan, difikir kembali, ngapain juga MIUSKI harus mencari fakta dan data yang susah, lebih baik gunakan fakta-fakta dan data yang ada, serta nyata, dan memang tidak fiktif). Penulis blog kini mengangkat tema “Fakta Terbaru : PLN “Sarang Preman” !” dan ini bukan tulisan tanpa fakta dan data, silahkan anda buka postingan penulis pada halaman sebelumnya yang berjudul “PT.PLN kini sudah tak BECUS jalankan Perusahaan!“, seharusnya dengan hadirnya postingan bertema spt ini, seorang pegawai PLN yang bertalenta tinggi, pintar dan cerdas, tidak akan menggunakan sisi emosional dalam menanganinya, pegawai PLN yang baik harus bisa mengambil sikap yang bijaksana dengan memberikan penjelasan-penjelasan yang sopan santun, bukan bertindak seperti layaknya preman yang ketika dihadapkan pada permasalahan langsung bertindak kasar, melakukan penganiayaan serta melontarkan berbagai ancaman-ancaman keras.

Perlu dibahas lagi, sedikit saja ya, apa sih PREMAN ? Nah loh, mereka adalah masyarakat tingkat rendah dengan mental yang juga rendahan, biasanya orang-orang berjiwa preman (terutama preman pasar nih :D) tidak pernah mengenyam bangku pendidikan tinggi, paling tinggi dan mentok juga SD (Sekolah Dasar), mereka lebih dominan tidak bisa mengendalikan emosinya dan mengutamakan kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah, selain itu pekerjaan preman selalu memeras orang-orang yang mereka anggap lemah, contohnya begini, seorang pedagang dipasar diancam bila ingin aman berdagan disana maka mereka harus menuruti apa yang diminta sang preman, mulai dari sisi jasa hingga ke sisi finansial. Krn takut, maka si pedagang menuruti saja apa yang diminta sang preman asalkan dirinya aman berdagang ditempat itu. Si pedagang takut, bukan segan, karena ancaman-ancaman yang sering dilontarkan oleh sang preman.

Sekarang mari kita beralih kepada pegawai-pegawai PLN generasi Muda, yang konon katanya adalah hasil rekrutmen dengan sistem seleksi yang sangat ketat, diklaim bahwa orang-orang yang lolos dalam seluruh seleksi yang diselenggarakan oleh jasa rekrutmen yang disponsori oleh PT.PLN ini menghasilkan manusia-manusia berdedikasi tinggi, bertalenta tinggi, kecerdasan tinggi dan pintar [pokoknya, pd bagian yang tinggi-tinggi deh, katanya itu juga, hehehehee....], tapi setelah dilakukan penelitian oleh penulis, melalui balasan-balasan komentar mereka pada ‘kasus’ posting “PT.PLN kini sudah tak BECUS jalankan Perusahaan!” (anggap saja postingan ini adalah sebuah contoh kasus yang harus kalian selesaikan dengan baik) ditemukan fakta-fakta itu, dan tak lupa ini disertai dgn data loh! (data disini maksudnya adalah komentar-komentar para pegawai PLN muda ataupun yang tua, bisa dilihat seperti apa :) mengerikan dech pokoknya kalo gak disortir), silahkan kalian buka halaman yang berisikan postingan itu (perlu diketahui, sudah disortir, kalimat-kalimat yang berisi tulisan sangat kasar, dan bersifat menghina habis-habisan tdk di approve, juga orang-orang sok pintar yang menitipkan link dilapak sy ini, wkwkwk… notes : sy pemilik blog ini, apapun yang saya lakukan itu adalah hak saya, bukan hak pengunjung BLOG :D). Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Alasan Mengapa Karyawan PLN Demo !?

Seperti yang kita ketahui bahwa PT. PLN (Persero) adalah perusahaan yang mengurusi bisnis negara di bidang kelistrikan, hampir 100% tenaga listrik yang kini berada dirumah-rumah masyarakat Indonesia adalah hasil dari pasokan PT. PLN (Persero) sdgkan yang ga dapet pasokan listrik negara juga masih tetap mendapat pasokan dari PLN (Perusahaan Lilin Negara) :D

Aksi Pegawai Pilihan PLN 1

Aksi Pegawai Pilihan PLN 1

Lho Kok, pegawai PLN mirip buruh pabrik ya ? Berdemo dan bikin macet sampe ngancam pake mau padamin listrik massal segala, seharusnya mereka mikir dong, mereka digaji oleh rakyat malah mau bikin pemadaman massal segala, atau mereka kepengen niru-niru ulah Mahasiswa kalee ? OS Demo !? Kapan ya, baru berucap sedikit aja udh diancam PHK oleh PLN, ckckckck…

Alih-alih setelah mencari tahu dari kronologis-kronologis pemberitaan media yang telah lalu ditemukan beberapa alasan mengapa PT. PLN (Persero) melakukan aksi DEMONSTRASI, ini sangat menarik untuk dibahas agar seluruh masyarakat Indonesia serta pegawai Outsourcing mengetahui ada apa dibalik aksi DEMONSTRASI tersebut.

Berikut ini kutipan-kutipan yang berhasil dikumpulkan oleh MIUSKI.

1. Pesangonnya orang PLN itu = 38 x Gaji, jadi berapa tuh ? itung aja sendiri ah (jgn bandingkan dgn OS yaw, heuheu.. bakalan nangis darah deh rakyat Qta :) )

2. PJB dan Indonesia Power (IP) sudah sejak dulu menjadi SAPI PERAH-nya PLN :D

3. Ada dana pensiun juga kok, jadi kalo dipisah-pisah bukannya malahan bagus, tapi .. hmm ? bisa lebih mudah mengatasi KORUPSI terutama terhadap orang-orang PLN yang berada di daerah-daerah itu -mereka ketakutan setengah mampus dech!-

Sedikit cuplikan dari MetroTVNews.com Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Hati-Hati, Rahasia anda bisa diketahui PLN !

Untuk menetralisir kondisi batok kepala para pegawai PLN yang semakin memanas (sdgkan pantat penulis yang hingga saat ini tetap selalu dingin menanggapi serbuan-serbuan keroyokan mereka, LOL =)) -red) pada tulisan “PT.PLN (Persero) Sudah Tak Becus Jalankan Perusahaan“, maka dengan berat hati penulis akan menyuguhkan cerita humor yang sedikit banyak bisa mengobati dan menyejukkan hati kita bersama, berikut kisahnya tentang PERUSAHAAN LILIN NEGARA (PLN).

Satu pasangan muda sangat bersuka cita demi mengetahui sang isteri hamil muda, namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.
Isteri: “Pak, nggak usah diomongin dulu ya…takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah di-omong2in
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter
Tiba2 datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.
Tukang Rekening PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan.
Isteri: “Bapak tahu dari mana…? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…!
Suami: “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?
Tukang Rekening PLN: “Semua tercatat di kantor kami, Pak.
Suami (tambah sengit): “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!

== Esok harinya… ==
Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?
Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!
Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?
Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong Pak!
Suami (sialan gue diperes nih!) : “Kalau saya tidak mau bayar,bagaimana?
Karyawan PLN: “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…
Suami: “Maknya di kupyak…? Lha, kalo diputus…nanti isteri saya bagaimana…?
Karyawan PLN: “Kan masih bisa pakai lilin.” <– Perusahaan Lilin Negara (PLN) memberi saran :D
Suami: “@?#!!*&%$????

Fakta diatas menyatakan bahwa masyarakat hanya tahu, bahwa yang mendatangi rumah mereka itu adalah karyawan PLN, meskipun PLN membantah habis-habisan bahwa mereka yang datang menagih ke rumah-rumah itu bukanlah pegawai PLN, disinilah sering terjadi kasus PUNGLI, ulah siapa ? Ya ulah PLN juga karena mengimplementasikan sistem OS di perusahaannya.

Fakta berikutnya, ketika memberikan penjelasan sering menggunakan bahasa yang tidak mudah dicerna oleh masyarakat, hingga akhirnya terjadi salah faham, itu merupakan kemungkinan lain terjadinya penipuan di lapangan.

Fakta terakhir, plesetan Perusahaan Lilin Negara ini bukan tanpa dasar, masyarakat juga sudah mengetahui images kinerja pegawai PT. PLN itu ya begitulah, sering mainin arus listrik :D LOL

Semoga cerita singkat diatas bisa menjadi bahan renungan.

Dikutip dari : wakakapedia.com

 

Tag: , , , , , , ,

PT. PLN kini sudah tak BECUS jalankan Perusahaan!

Bila dinilai, hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti-ganti, dengan teknologi yang semakin maju yang menuntut ilmu pengetahuan (SDM di Perusahaan) harus semakin mapan, tapi bagaimana di PLN ?

Apa yang kita lihat (sbg masyarakat awam) sungguh mengecewakan, Perusahaan Listrik Negara, PT. PLN (Persero) menggaji pegawainya dengan standard yang cukup layak, atau bila dibandingkan dengan tenaga Outsourcing-nya, pegawai PT. PLN (Persero) itu memiliki penghasilan yang berlipat-lipat, tapi apa timbal balik pegawai PLN tersebut kepada Negara ? ataupun kepada Perusahaan ? Intinya mereka (para pegawai PLN) sangat nyata, sangat terlihat sekali ke-TIDAK BECUSAN-nya dalam menangani pekerjaannya, mengapa saya mengatakan demikian.

Perhatikan Poin-Poin Penting dibawah ini :

Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan Keuangan

1. Pengaturan/Pengelolaan Keuangan, siapa yang pegang ? Jawabnya : mulai dari hal terkecil seperti pembayaran rekening listrik pun mereka sudah tak becus mengelola, dan kini dilemparkan kepada pihak Bank, dengan menggulirkan program PPOB, bahkan konon administrasi keuangan untuk penambahan daya listrik hingga pemasangan baru pun ditangani oleh Bank, lha.. kerja Pegawai PLN tuh apa ? Becus apa mereka ?

2. Pekerjaan Administratif Perkantoran, anda-anda para pegawai Outsourcing lebih mapan dan layak disebut sebagai penggerak perusahaan mengapa ? Coba bandingkan, dari 100% pegawai PLN yang hidupnya bergantung kepada perusahaan, berapa persen dari mereka yang becus bekerja mengurus Administrasi Perkantorannya ? paling hanya 10-20%, tidak mungkin lebih dari itu, sangat mustahil sekali bila bukan rekan-rekan Outsourcing yang mengerjakannya ? Saksinya adalah pegawai Outsourcing.

Cater PLN bukan Pegawai PLN

Cater PLN bukan Pegawai PLN

Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , , , , , ,

Dirut PT.PLN (Persero) di 2011

Dahlan Iskan, adalah sosok manusia yang sama sekali tidak memiliki peduli sedikitpun terhadap pegawai Outsourcing di lingkungan PT.PLN (Persero) Indonesia, apa yang dilakukannya adalah semata-mata untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan dengan anggaran (cost) operasional yang sekecil-kecilnya. Itu adalah prinsip bisnis yang diterapkan oleh Dahlan Iskan di setiap perusahaan/instansi yang pernah “di tongkrongi” olehnya.

Penindas Tahun 2011

Bos Dahlan Iskan

Sepak terjangnya ternyata tak hanya cukup sampai disitu, Dahlan Iskan pun sampai berani menindas SP (Serikat Pekerja) PLN yang “neko-neko” terhadap kebijakannya dengan cara yang cukup ekstrim, yakni dengan memberangus SP PLN yang selama ini telah berdiri dan mendirikan SP PLN tandingan, dia menuliskan surat edaran ke seluruh unit kerja PT.PLN (Persero) di seluruh Indonesia, bahwa Serikat Pekerja yang diakui olehnya hanyalah SP PLN yang didirikan olehnya, sehingga SP PLN yang telah berdiri tidak berhak difasilitasi aktifitasnya.

Berikut ini cuplikan laporan Ketua SP PLN kepada Mabes PolRI, Dahlan Iskan dituding ingin memberangus pengurus-pengurus SP PLN. “Pemberangusan SP PLN dilakukan Dahlan Iskan dengan cara membuat SP tandingan, adu domba, memindah-mindahkan pengurus SP dan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” kata Ketua Umum Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) Ahmad Daryoko di Mabes Polri Jakarta, Senin (26/7).

Sumber Ulah tak bermoral Dahlan Iskan bisa anda baca disini : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/26/157985/16/1/Dahlan-Iskan-Dilaporkan-Serikat-Pekerja-ke-Polisi

Bila dicermati, tindak-tanduk Dahlan Iskan yang tak sayang terhadap pegawainya sendiri, apalagi terhadap pegawai Outsourcing yang hanya dianggap sebagai sampah di lingkungan PT.PLN (Persero) yang mungkin dimatanya seorang pegawai Outsourcing hanyalah seekor lalat yang tidak berdaya apabila diperlakukan secara tidak manusia sekalipun, ancaman PHK merupakan ancaman yang paling ditakuti oleh setiap pegawai, jangan pegawai Outsourcing, pegawai PT.PLN (Persero) diberi ancaman mengerikan seperti itu.

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Pertanyaannya ? Apakah Reformasi yang diusung oleh pemimpin-pemimpin bangsa, malah mengangkat tipe-tipe pemimpin semacam ini ? Yang tidak pernah peduli dengan nasib-nasib pegawai kecil, seperti halnya pegawai Outsourcing, yang hanya diberi penghasilan dibawah standar rata-rata kebutuhan manusia yang tidak berbeda dengan Pegawai-Pegawai PT.PLN (Persero) dengan beban kerja yang lebih besar ketimbang hanya duduk dibelakang meja dengan berbekal kertas dan ballpoint ?

Apakah ini yang dinamakan Reformasi ?

Apakah ini yang dinamakan dengan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia ?

Silahkan anda komentari sesuka hati anda tentang manusia terkutuk ini, Dahlan Iskan bukanlah manusia yang peduli dengan manusia-manusia kecil seperti anda-anda ini yang hanya diberi gelar Outsourcing, dia adalah penindas baru yang akan memangkas, dan memeras keringat anda habis-habisan hingga anda tidak bisa lagi mengeluarkan keringat.

Salam Perjuangan, maju terus Outsourcing, kuatkan tali shilaturahmi kalian, dan mulailah bangkit untuk menuntut keadilan dan janji-janji para pemimpin bangsa yang selama ini hanya bisa bicara omong kosong demi kepentingan politik mereka semata.

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Remunerasi Kepres 254/VII/10 vs Kebijakan Outsourcing

Isu-Isu mengenai Remunerasi yang telah direncanakan oleh Pemerintah untuk perbaikan pendapatan (gaji) Aparatur Negara semakin santer diperdengarkan dimana-mana, mulai dari peluncuran gossip bahwa Presiden telah mengeluarkan Kepres 195, kini muncul lagi gossip baru mengenai Kepres 254/VII/10 yang isinya sedikit banyak tidak jauh berbeda dengan Kepres 195 terdahulu.

Duit..Duit..Duit..

Remunerasi

Untuk menyikapi hal ini sebagai Aparatur Negara yang baik, harus dapat berfikir dari segala aspek, kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi baik secara moral ataupun tingkat sosial akan memicu inflasi yang benar-benar serius, daya beli Aparatur Negara boleh dikatakan stabil meskipun dibarengi dengan kenaikan harga-harga bahan pokok, akan tetapi sebagai Aparatur Negara apakah tidak memikirkan efek yang akan terjadi di lingkungan masyarakat yang tingkat penghasilannya bisa dikatakan masih dibawah rata-rata standard (UMR/UMK) ?

Pemanfaatan outsourcing sudah tidak dapat dihindari lagi oleh perusahaan di Indonesia. Berbagai manfaat dapat dipetik dari melakukan outsourcing; seperti penghematan biaya (cost saving), perusahaan bisa memfokuskan kepada kegiatan utamanya (core business), dan akses kepada sumber daya (resources) yang tidak dimiliki oleh perusahaan.

Salah satu kunci kesuksesan dari outsource adalah kesepakatan untuk membuat hubungan jangka panjang (long term relationship), tidak hanya kepada proyek jangka dekat. Alasannya sangat sederhana, yaitu outsourcerharus memahami proses bisnis dari perusahaan. Perusahaan juga akan menjadi sedikit tergantung kepada outsourcer. Ini seperti memilih istri. Namun ternyata hal ini tidak mudah dilakukan di Indonesia. Terlebih-lebih lagi di Indonesia ada banyak masalah dalam menentukan partner outsourcing ini.

Outsourcing, Nasib..Nasib..

Outsourcing

Di institusi milik pemerintah, seperti BUMN, pemilihan penyedia layanan harus dilakukan dengan melalui tender. Akibatnya pemenang tender sulit untuk diramalkan. Demikian pula perpanjangan layanan mungkin harus ditenderkan lagi. Hubungan baik antara pengguna jasa outsourcing dan penyedia jasa outsourcing sulit terjadi.

Ini seperti memilih istri tapi ditenderkan, begitu komentar salah satu peserta Sharing Vision yang kami selenggarakan di Hotel Preanger, tanggal 23 – 24 Februari 2006. Ada juga yang mengatakan bahwa untuk mengundang Aa Gym saja harus melalui proses tender.

Disisi lain, praktek-praktek Outsourcing di Indonesia yang semakin menggila, terus mewabah di tiap-tiap Perusahaan Negara maupun Swasta, hal ini akan terus berlanjut sehingga sedikit banyak akan terus menggilas prospek-prospek generasi muda yang akan datang, yang ingin mendapatkan penghasilan dan pekerjaan yang layak untuk menopang kehidupannya. Permasalahan ini hingga sekarang pun masih belum mendapatkan titik terang, misalnya saja praktek-praktek Outsourcing yang telah digariskan didalam Undang-Undang Tenaga Kerja masih belum sepenuhnya dilaksanakan oleh Perusahaan-Perusahaan penyelenggara Outsourcing, generasi-generasi muda yang memiliki bakat dan potensi tinggi yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi pegawai yang sesungguhnya (pegawai tetap, bukan OS) sedikit demi sedikit berguguran kesempatannya dikarenakan usia mereka yang semakin menua.

Meski bagaimana pun juga, pemerintah harus memikirkan nasib pegawai-pegawai yang berstatus tidak jelas, seperti halnya Outsourcing yang selalu menjadi keset “welcome” bagi perusahaan-perusahaan BUMN & Swasta. Perjuangkan dulu, atau benahi dulu Sistem Praktek Outsourcing di setiap perusahaan-perusahaan BUMN & Swasta, baru memikirkan peningkatan/perbaikan penghasilan Aparatur Negara, sebagai abdi negara sudah merupakan kewajiban untuk mendahulukan kepentingan masyarakatnya dibanding kepentingan pribadinya.

Setujukah anda dengan hal ini ? silahkan berkomentar..

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Surat Untuk MPR-RI Mengenai Praktek OS

Surat dari : Haris Alamsyah – hariez08@plasa.com yang dikirimkan ke Situs MPR-RI, berikut kutipannya :

Assalamualaikum,wr,wb Pada para wakil rakyat yang terhormat, tolong hapus sistem outsourcing yang ada dilingkungan BUMN, khususnya PT.PLN. Karena banyak penyimpangan makna Outsourcing (OS), malah menjadi lahan yang empuk bagi para pensiunan pejabat PLN yang berbondong-bondong mendirikan perusahaan outsourcing dengan sitem tender yang tidak transparan. Akhirnya yang kena dampak adalah para pekerja Outsourcing,tiap tahun di tender ulang,dengan acuan tender Upah Minimum,tanpa ada tunjangan prestasi apapun, padahal yang ditenderkan adalah bukan jenis pekerjaan sementara (berjangka waktu) tapi jenis pekerjaan tetap. Ironisnya persentasi upah yang diberikan kepada outsourcing dipotong dengan perbandingan yang tidak relevan, pegawai Os hanya menerima 60%-70% upah dari yang ditagihkan vendor pada usernya (PT.PLN)dan itupun jumlahnya tidak sampai seperempat gaji pegawai tetap. Perlu diketahui banyak Os yang mengabdi untuk PLN dengan masa kerja lebih dari 20 tahun, tiap tahunnya dipingpong, dengan kondisi upah yang terus menerus di reset ke angka UMR. Kami hanya mengingatkan bahwa dengan kondisi tersebut kiranya telah merampas hak hidup kami,karena jelas Oursourcing tidak ada bedanya dengan sistem percaloan manusia. Perlu diketahui 80% pekerjaan di PT PLN ditangani oleh para Os. Mohon untuk untuk didengar oleh hati para wakil rakyat sekalian,untuk kemudian ditindak lanjuti dengan cara proses audit oleh lembaga yang berwenang seperti KPK, terima kasih.

Silahkan, bagaimana tanggapan saudara-saudara !?

Seandainya seluruh pegawai Outsourcing di Indonesia bisa bersatu, untuk memperjuangkan hak-hak sebagai Pegawai Outsourcing, saya yakin permasalahan ini akan mendapatkan titik temu yang bernilai positif, banyak sekali para Pegawai OS yang memiliki niat bekerja dan loyalitas tinggi terhadap perusahaan dan keinginannya pun tidak muluk-muluk, inti dari permasalahan praktek OS adalah sistem penggajian yang tidak jelas serta jaminan keamanan dalam bekerja yang juga tidak jelas.

Selamat Berjuang, kawan-kawan Outsourcing di tanah air.

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Akankan Pegawai MIU naik ke PT.PLN (Persero)

Harapan demi harapan dari sebagian besar pegawai PT.MIU adalah diangkatnya sebagai pegawai tetap PT.PLN (Persero) terutama untuk wilayah Disjabar, sepertinya hal ini hanya akan menjadi mimpi-mimpi kosong di siang bolong yang tak akan pernah terlaksana hingga akhir hayat pegawai PT.MIU mengabdikan dirinya untuk PT.PLN (Persero), mengapa saya memiliki prediksi demikian ?
Pertama, hal ini akan kembali menyemarakkan kegiatan nepotisme dan kolusi di lingkungan PT.PLN (Persero) yang selama ini terjadi, dan ini jelas sangat merugikan perusahaan, dikarenakan banyak sekali pegawa-pegawai PLN bawaan dari pejabat PLN yang pada akhirnya tidak mampu mengerjakan tugasnya.
Kedua, bila memang benar pegawai PT.MIU akan dinaikkan menjadi pegawai tetap PT.PLN (Persero) itupun hanya tinggal beberapa tahun saja, bisa dilihat usia dan masa kerja selama di PT.MIU itu tidak akan dianggap sebagai pengabdian yang syah oleh PT.PLN, karena pengabdian yang sesungguhnya dilakukan oleh pegawai PT.MIU ya hanyalah pengabdian untuk perusahaan PT.MIU itu sendiri.
Jadi kepada rekan-rekan yang memiliki pendidikan dan ijasah tinggi terutama bila didukung oleh skill dan kemampuan yang bisa terbilang diatas rata-rata lebih baik segera urungkan niat untuk berlama-lama di PT.MIU karena kecerdasan dan kemampuan kalian hanya akan dijadikan alat oleh pegawai-pegawai PT.PLN untuk menunjang karir mereka, apakah kalian akan mau seperti itu selamanya hingga hayat meninggalkan badan ? itu kembali kepada kalian, yang berani menghadapi tantangan untuk meraih masa depan lebih baik tentunya akan segera hengkang dari PT.MIU, terima kasih

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

MIU tidak bisa jadi jaminan masa depan!

Mengapa sampai saat ini perusahaan-perusahaan negara kita mempraktekan Outsourcing di hampir setiap lini pekerjaannya ?

Alasan pertama yang paling masuk diakal adalah para investor perusahaan negara ini ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan meminimalisir biaya operasional ataupun biaya produksi.

Alasan yang kedua tapi masih masuk diakal adalah kebanyakan perusahaan penyelenggara outsourcing masih ada kaitannya dengan pejabat-pejabata perusahaan BUMN, jadi daripada merekrut karyawan baru dengan sistem honorer (waktu dulu istilahnya spt ini) mendingan dijadikan pegawai Outsourcing saja, mengapa selain menjadi lahan bisnis baru juga biaya operasional untuk pekerjaan yang sama bisa lebih ditekan.

Yang ketiga ini yang gak masuk diakal, ya iyalah ini khusus di sisi pegawainya, hari gini kerja di PLN sebagai karyawan outsourcing dengan beban kerja yang besar di gaji dengan resiko UMK, walah bener-bener gak masuk di akal.

Saya adalah korban dari kekejaman MIU si Meong tea, sudah mengundurkan diri dengan sopan tapi tidak ada timbal jasa berupa penghargaan apaan gitu, masih kalah sama manajemen PT.Bina San Prima ataupun bengkel Honda sekalipun.

Wassalam

 

Tag: , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.