RSS

5 Pekerjaan Outsourcing Yang Masih Diperbolehkan

04 Jan

Berjumpa lagi dengan tulisan saya, yang sempat menghilang selama beberapa lama, ternyata tidak sedikit rekan-rekan komentator yang merindukan berita terbaru di blog ini, dan tak sedikit pula yang terus menerus menghujat blog ini dengan berbagai argumentasi, harapan saya, dengan hadirnya blog ini bisa sampai ke tingkat Pejabat Pemerintah yang khusus menangani bidang Ketenaga Kerjaan agar bisa menata dan mengawasi kembali praktek kerja Outsourcing yang selama ini berjalan di Negara Republik Indonesia.

Praktek kerja Outsourcing dijadikan lahan empuk bagi para pengusaha untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, upah minim tidak sesuai dengan aturan terkadang kerap kali di berlakukan oleh beberapa perusahaan pengelola alih daya, hal ini tentunya sangat merugikan pekerja di negara ini, pekerja Outsourcing di mata perusahaan terlihat jelas sekali “jurang pemisahnya”, bahkan menurut saya secara pribadi, Outsourcing adalah jenis praktek perbudakan di zaman modern, praktek Outsourcing tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dimanakah Keadilan Sosial itu, apabila sistem kerja saja sudah dibuat menjadi kasta ?

GambarSekarang mari kita lihat, setelah beberapa bulan ataupun tahun berlalu, Pejabat Politik turun naik silih berganti, hingga pak Dahlan Iskan yang dulu sangat saya benci (secara pribadi) ternyata sekarang memiliki sisi positif yang patut di acungi jempol, tidak sedikit Pegawai PLN yang ngga becus kerja ataupun bekerja se-enaknya untuk memperkaya diri sendiri telah “gugur” beterbangan keluar dari Perusahaan, hingga sekarang pak Dahlan Iskan telah menjabat menjadi seorang Menteri BUMN yang disegani oleh kalangan Anggota Dewan, selain itu sosok Jokowi dan Ahok yang kini bertengger sebagai orang nomor 1 di DKI Jakarta pun mulai membuka mata terhadap kesejahteraan buruh, terbukti UMP mereka naik !!!

Menteri Tenaga Kerja RI

Menteri Tenaga Kerja RI

Tak lama, Menteri Tenaga Kerja, bapak Muhaimin Iskandar mencoba terobosan baru dengan menetapkan aturan yang jelas tentang bidang kerja praktek Outsourcing, ada 5 pekerjaan yang masih boleh di “garap” oleh tenaga Outsourcing, yakni :

  1. Cleaning Service
  2. Keamanan
  3. Transportasi
  4. Katering, dan
  5. Pemborongan Pertambangan

ada statement lanjutan dari pak Muhaimin Iskandar, “Selain lima jenis itu harus dihentikan, kemudian menyesuaikan sistem kontrak kerja langsung antara pencari dan pemberi kerja”, kita masih bertanya-tanya apa maksud dari “diberhentikan”, yang jelas bukan dipecat, melainkan selama masa transisi outsourcing tersebut pak Muhaimin Iskandar berharap agar tenaga kerja yang saat ini masih Outsourcing berubah menjadi kontrak kerja langsung agar si pekerja tidak kehilangan pekerjaan, artinya kontrak kerja harus dilakukan secara langsung antara perusahaan pengguna tenaga kerja dengan si pekerja, tidak boleh melalui pihak pengelola alih daya.

Mudah-mudahan berita ini bisa menjadi angin segar, umumnya kepada seluruh tenaga kerja Outsourcing yang saat ini tersebar tidak hanya di lingkungan PT. PLN (Persero) saja.

Artinya, pekerjaan-pekerjaan lapangan dibawah ini harus dilaksanakan oleh para pegawai PLN yang hingga saat ini “kemampuannya” cuma sebatas kasih perintah-perintah doang …, pekerjaan lapangan itu diantaranya adalah :

  1. Bersih-bersih Jaringan Listrik (bersih-bersih ini tidak bisa dilakukan oleh karyawan OS, karena tidak termasuk pekerjaan Cleaning Service meskipun memiliki deskripsi yang sama, yakni bersih-bersih), seperti membersihkan ranting-ranting pohon yang mengenai kabel-kabel listrik milik PLN, kerjakanlah ini oleh orang-orang pegawai PLN, bukan OS.

  2. Naik tiang listrik ketika harus ada yang diperbaiki di jaringan listrik tegangan rendah, hal ini hanya boleh dan harus dilaksanakan oleh pegawai PLN, bukan OS.

  3. Cetak Surat Pemutusan Sementara ataupun Surat Pembongkaran KWH (utk sambungan listrik Pasca Bayar), pekerjaan ini sudah seharusnya dilakukan oleh pegawai PLN, bukan OS.

  4. Datang langsung ke lokasi pelanggan yang memiliki tunggakan sehingga aliran listriknya mesti di padamkan sementara ataupun dibongkar, pekerjaan ini harus dilakukan oleh pegawai PLN, bukan OS.

  5. Catat Meter (untuk KWH pasca bayar) tanpa ada pengecualian pelanggan kecil ataupun besar, lakukan ini oleh pegawai PLN, bukan OS.

  6. Pasang KWH meter, sampe sekarang kok pekerjaan ini masih dilakukan oleh OS, apa masih tidak mengerti juga isi Undang-Undang yang mengatur pekerjaan OS yang sudah sempat di sosialisaikan oleh pak Menteri Tenaga Kerja, haddeeuuhhh… orang PLN ini disebut bodoh dan ngga becus kerja ngga mau, tapi sudah jelas itu aturan Undang-Undang, malah menutup telinga seperti orang-orang budeg (tuli/congek).

  7. dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan lapangan lain, yang seharusnya dikerjakan langsung oleh pegawai PLN, tetapi mereka pada ngga becus, mau-nya kasih perintah melulu, bikin tender borongan karena ingin selalu untung besar, tapi laporan ke negara selalu merugi saja.

Demikian posting kali ini, semoga bisa menjadi “sumber” inspirasi bagi semua karyawan OS, dan menjadi pedoman bagi para pegawai PLN, khususnya di lingkungan pejabat-pejabat PLN yang mungkin kini sedang “kongkalingkong” memohon-mohon kepada Pemerintah agar pekerjaan-pekerjaan diatas tidak dilakukan oleh pegawai PLN. Sekali waktu saya ingiin lihat pegawai PLN sedang mencatat meter ke rumah-rumah pelanggan yang masih menggunakan KWH konvensional, ataupun mereka sedang memutuskan aliran listrik ataupun membongkar KWH pelanggan yang menunggak, tetapi sampai saat ini, hanya karyawan OS yang mampu melakukan itu, terutama di wilayah daerah, di wilayah perkotaan memang mereka sudah tidak mau kalah (tapi masih saja tetap kalah kalo beradu keahlian dengan karyawan OS senior), karena terpantau langsung oleh Pejabat-Pejabat PLN.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Januari 2013 in PT.MIU APJ SUKABUMI

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: